7 Jeruk Keprok Unggul Untuk Dikebunkan

keprok-2Selain apel, jeruk keprok paling banyak dijumpai dan dikonsumsi di tanahair. Data impor buah dari tahun ke tahun memperlihatkan jeruk ajek berada di posisi kedua buah impor (30%) di bawah apel yang mencapai 50%. Itu memperlihatkan kebutuhan jeruk sangat besar. Faktanya 90% jeruk impor itu merupakan jeruk mandarin alias jeruk keprok.

Bumi pertiwi setidaknya memiliki 18 jeruk keprok unggul yang diakui secara nasional. Namun sayangnya sampai saat ini pengembangan jeruk keprok lokal masih tersendat-sendat. Padahal potensi jeruk keprok lokal untuk menggantikan jeruk mandarin sangatlah besar. Soal warna buah hingga rasa, jeruk keprok lokal sangat unggul.

Tengok saja jeruk keprok batu 55, madura, tejakula, terigas, dan soe. Jeruk keprok soe dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) bahkan begitu menggoda dengan warna kulit buah  jingga mengkilap dan seragam. Jauh lebih menarik ketimbang jeruk impor. Rasanya? manis dan segar.

Sejatinya kunci sukses pengembangan agribisnis jeruk keprok lokal terletak pada kemampuan memproduksi buah berkualitas seragam dan kontinu. Pasar? Selama kedua syarat itu terpenuhi pasar siap menyerap. Saat ini jeruk keprok lokal yang mulai banyak dikebunkan adalah keprok garut dan batu 55.

Harga? jeruk keprok lokal harganya mencapai 2-3 kali lipat dibandingkan jeruk siam. Saat ini rata-rata harga jeruk keprok di tingkat pekebun mencapai Rp12.000-Rp15.000 per kg, bahkan ketika pasokan berkurang, harganya meroket hingga Rp22.000-Rp25.000 per kg.

keprok-1

keprok-4

keprok-5

keprok-6

keprok-7

keprok-8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 33 = 42