Berkebun Durian Musangking

Sejak 2016 Gunawan Abi di Rawamangun, Jakarta Timur berhasrat menanam sejumlah durian musangking di lahan kebun seluas 3.000 m2 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Harap mafhum, pria 45 tahun itu kepincut citarasa durian musangking saat melancong ke Singapura dan Malaysia. “Dagingnya tebal, lembut serta legit,” ujar konsultan properti itu.

Durian musangking memang sohor sebagai durian enak dan lezat. Durian yang memiliki nama panggilan lain, yakni D197 tersebut berdaging buah kuning, tebal, lembut, serta kering. Sudah begitu ia juga memiliki citarasa legit dengan aroma kuat. “Bijinya juga hepe, jadi itu yang membuatnya tebal,” kata Bondan, mania durian di Cirebon, Jawa Barat. Hepe merujuk pada biji kempis.

Meskipun mempunyai seabrek keunggulan, bagi pekebun durian, musangking dikenal memiliki pertumbuhan lambat serta agak sulit bertunas. Bandingkan durian sohor dari Thailand, durian monthong yang mampu bertunas 2-3 kali saban 3 bulan. “Kendala itu bisa teratasi dengan memakai kaki ganda atau kaki 3 pada tanaman durian musangking,” ujar Suwarno, penangkar bibit buah di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Keistimewaan kaki ganda adalah mempercepat pertumbuhan tanaman. Sebab kaki ganda membuat penyerapan hara ke batang utama lebih optimal. Pada tanaman durian dengan pemupukan 2,5 kg kompos saban 3 bulan dan 1 kg NPK berkadar fosfor (P) dan kalium (K) tinggi setiap 6 bulan, dapat memacu tanaman menjadi lebih siap beralih ke fase generatif atau fase pembuahan.

Penyerapan hara yang maksimal itu berimbas pada melimpahnya karbohidrat yang membuat buah lebih manis. Ketika buah matang pohon, rasa manis itu akan melahirkan citarasa sedikit pahit serta harum. Rasa pahit muncul karena pada proses pematangan buah terjadi fermentasi karbohidrat yang menghasilkan alkohol. Alkohol juga yang membikin aroma durian musangking kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

76 − 73 =