Bonggol Pisang Sumber Pupuk Hayati

bongol-pisang

Pupuk hayati mudah dibuat dengan bahan yang ada di sekitar kita. Salah satunya adalah memanfaatkan bonggol pisang. Bonggol pisang ternyata memiliki banyak senyawa penting untuk pertumbuhan tanaman seperti mengandung hormon tumbuh alami giberelin dan sitokinin.

Sudah begitu bonggol pisang merupakan rumah bagi mikroorganisme bermanfaat seperti Azospirillum, Azotobacter, Bacillus, Aspergillus, dan beberapa mikroba pelarut fosfat. Kehadiran mikroorganisme tersebut berguna sebagai dekomposer atau pengurai bahan organik dan penyubur tanah.

Dengan banyak manfaat tersebut bonggol pisang dapat dibuat menjadi pupuk hayati. Cara pembuatan mudah. Pertama siapkan 1 kg bonggol pisang, 0,5 kg gula merah, dan 2 liter air cucian beras. Kedua, bonggol dicacah halus lantas ditaruh dalam jerigen kapasitas 10 liter bersama air beras dan gula merah yang sudah dilarutkan.

Tutup jerigen dengan plastik. Pada plastik diberi lubang udara yang tersambung slang plastik yang dihubungkan dengan botol berisi air. Gunanya supaya gas hasil fermentasi dapat keluar dan tertampung di dalam botol. Fermentasikan seluruh bahan selama 15-20 hari. Terakhir saat digunakan untuk menyemprot tanaman, encerkan larutan dengan perbandingan 1:50.

6 Responses to Bonggol Pisang Sumber Pupuk Hayati

  1. hasil larutan yang digunakan apakah larutan di dalam botol yang diisi air yang berisi gas hasil fermantasi atau laruran dalam jerigen fermantasi ? tq infonya

    • Larutan yang dipakai sebagai pupuk adalah larutan yang berada dalam jerigen fermentasi. Botol yang berisi air plus gas hasil fermentasi tidak dipakai. Salam bebeja

  2. Disemprotkan ke tanah atau daun dan batang? Mohon pencerahannya.

  3. Saya pernah melihat di salah satu situs, kalau hasil fermentasi tersebut bisa sebagai pengganti EM4 atau MOL (Mikro Organisme Lokal).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 51 = 59