Campur Pupuk? Ini 5 Aturannya

Mencampur pupuk untuk tanaman tidak boleh sembarangan. Apa sebab? Pencampuran sembarangan berdampak merugikan, mulai dari melenyapkan organisme penting di tanah hingga menaikkan derajat keasaman yang dihindari. Berikut panduannya.

1. Pupuk KCl berguna sebagai sumber Kalium dengan kadar 52,7%. Unsur Cl tidak terlalu diperhitungan karena tanaman menyerap sangat sedikit sekali.

2. Pupuk TSP merupakan sumber fosfor (P) berkadar 37,5%.

3. Pupuk Urea merupakan sumber nitrogen (N) dalam bentuk ammonium. Urea mudah terurai oleh enzim urease yang diproduksi oleh mikroorganisme di tanah dalam kondisi basah atau lembap. Sebab itu pemakaian urea pada lahan kering tidak efektif, kecuali bila tanah rajin disiram sehingga mikroorganisme penghasil enzim urease bisa hidup.

4. Urea tidak boleh dicampur KCl atau TSP untuk satu aplikasi. Campuran Urea dan TSP bisa menaikkan pH sehingga bisa mematikan mikroorganisme di tanah yang memproduksi enzim urease. Berikutnya, Urea dan KCl yang dicampur akan membentuk gumpalan-gumpalan yang menyulitkan penyebaran pupuk sehingga tidak merata.

5. KCl dan TSP bisa dicampurkan dan diberikan bersama-sama.

4 Responses to Campur Pupuk? Ini 5 Aturannya

  1. Selamat malam, jika untuk tanaman buah jeruk, apakah pupuk Urea boleh dicampurkan dengan TSP dan KCl. Terimakasih

  2. Saya menggunakan pupuk MKP, magnesium, serta boron pada waktu bersamaan untuk tabulampot. Akibatnya beberapa tanaman, daunnya terlihat mengering serta rontok. Tanaman tampak seperti sekarat. Apa yang perlu dilakukan untuk kasus tersebut bila tanaman ternyata keracunan pupuk? Apakah masih bisa diselamatkan? Pada tanaman jeruk bisa normal lagi dengan mengeluarkan daun-daun muda. Terimakasih

    • Magnesium dan boron, misalnya berperan penting pada aktivitas fisiologi tanaman seperti fotosintesa serta sintesis hormon, enzim, dan protein. Keduanya sebagai unsur mikro hanya dibutuhkan sedikit oleh tanaman. Keduanya dapat diberikan secara bersama-sama dengan cara foliar spray alias melarutkan dalam air lantas menyemprotkan tipis-tipis di bawah permukaan daun. Mengapa di bawah permukaan daun daun? Itu karena letak stomata sebagai jalan bagi tanaman menyerap unsur mikro memang berada di bawah permukaan daun. Bagaimana dengan pupuk MKP atau Mono Kalium Phosphate? Pemberian terbaik unsur-unsur makro tersebut dilakukan dengan cara menyiram di sekitar akar. Ketiga pupuk tersebut memang tidak boleh diberikan bersamaan apalagi dengan cara pemberian sama, misalkan menyiram. Pemberian sebaiknya berselang waktu 2-3 hari. Pencampuran unsur mikro dan makro pada kasus ini berdampak perubahan pH atau derajat keasaman tanah yang memicu meningkatnya temperatur tanah. Itu sebab mengapa reaksi fisiologis tanaman terlihat dengan mengeringnya daun serta rontok. Tanaman masih dapat diselamatkan dengan cara melakukan repotting alias mengganti media tanam. Semoga membantu. Salam bebeja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *