Cara PT Biofarma Memanen Energi

biofarma1

Aliran udara terbuang dari exhaust pendingin ruang dapat manfaatkan sebagai energi. Itu dilakukan oleh produsen vaksin dan antisera terkemuka, PT Biofarma di Bandung, Jawa Barat. Pemanfaatan itu dapat menabung 32% energi.

Sebagai produsen vaksin, PT Biofarma menetapkan standar ketat untuk ruang produksi. Ruangan itu harus steril dari kontaminan. Kondisi itu diperoleh PT Biofarma dengan memasang sistem Air Handling Unit (AHU) yang beroperasi 24 jam. Sistem AHU itu terdiri atas beberapa bagian, yakni AHU Supply untuk memasok udara bersih pada AHU resirkulasi yang kemudian mensuplai udara bersih tersebut ke ruang produksi.

Berikutnya terdapat AHU Exhaust Fan Unit yang bekerja menjaga stabilitas tekanan udara dalam ruang produksi. “Pengoperasian AHU itu dilakukan otomatis dengan memanfaatkan perangkat Building Management System (BMS),” ujar Dr Erwin Setiawan, kepala Departemen Enviromental Health & Safety PT Biofarma pada kontributor bebeja.com, Faiz Yajri. Upaya menabung energi dari exhaust itu terlaksana saat PT Biofarma membangun gedung baru produksi yang menerapkan teknologi Recovery Exhaust Air (REA).

Di gedung baru itu energi dingin dari Exhaust Air yang sebelumnya terbuang, dihumidifikasi. Caranya dengan menyemprotkan air memakai pompa. Proses itu berlangsung pada Exhaust Fan Unit (EFU). Efeknya temperatur udara menjadi lebih dingin sehingga bermanfaat untuk media precooling pada AHU Supply. Hal ini bisa menjaga kelembapan stabil pada kisaran 40-70%.

Kelembapan mutlak diatur agar terjadi proses kondensasi di ruang produksi. Keuntungan lain, kinerja precooling pada AHU Supply lebih ringan sehingga masa pakai atau life time lebih lama. Keuntungan lainnya, terjadi penghematan listrik sebesar 30-40 kW. Dengan waktu operasi AHU selama 24 jam setiap hari, maka dalam satu tahun terjadi penghematan sebesar 350.784 kWh.

Berkat aplikasi Recovery Exhaust Air, pada 2013 PT Biofarma didaulat menjadi salah satu pemenang kategori inovasi khusus industri dalam Penghargaan Efisiensi Energi Nasional 2013. Inovasi itu juga menjadi salah satu kunci saat PT Biofarma meraih Penghargaan Proper (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) Kategori Hijau pada 2013.

Penghargaan kategori tertinggi itu diberikan lantaran PT Biofarma dapat menghemat energi sebesar 2,4-juta kWh/tahun. Jumlah itu sekitar 9-11% dari total pemakaian listrik per tahun. PT Biofarma juga berhasil mereduksi beban emisi sebesar 5,93 ton/tahun dan menghemat air sebesar 23.303 m3/tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 15 = 21