Home » Archives by category » Konservasi (Page 3)
Super Kuat Kayu Ulin

Rumah panggung milik Buan di Sungai Mendalam, Kecamatan Putussibau, Kalimantan Barat, istimewa. Lantainya memakai bilah papan kayu ulin alias kayu besi yang terkenal sangat keras. “Perlu mata bor baja untuk membuat lubangnya untuk memasukkan pasak kayu,” ujar ayah 2 putri itu. Kayu ulin Eusideroxylon zwageri memang tenar sebagai kayu super kuat. Sosok kayu yang di alam […]

Continue reading …
Efisiensi Energi Ala BPLHD Jawa Barat

Ruang rapat di lantai 5 di gedung Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat memang lain. Ruang rapat itu terasa sejuk meski tanpa alat pendingin udara. Hembusan angin yang menyusup melalui jendela-jendela kaca, cukup membuat nyaman ruangan itu. Tidak sekadar meneruskan angin, jendela-jendela itu juga meloloskan cahaya surya sehingga dapat menghemat pemakaian energi listrik. […]

Continue reading …
Anti Kedip Dynamic Voltage Restorer (DVR)

Pernahkah mengalami kejadian tegangan listrik mendadak turun sehingga menganggu perangkat elektronik, terutama komputer? Itu efek kedip tegangan yang merupakan penurunan tegangan dari sumber listrik secara tiba-tiba dalam waktu singkat. Eka Rakhman Priandana MT, perekayasa dari Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Serpong, Tangerang, Povinsi Banten menuturkan, kedip tegangan […]

Continue reading …
Peraih Penghargaan Efisiensi Energi Nasional 2014

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi pada Selasa (18/11/14) menggelar malam penganugerahan Penghargaan Efisiensi Energi Nasional 2014 (PEEN 2014) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said menuturkan pentingnya upaya penerapan efisiensi dan konservasi energi. “Efisiensi energi merupakan […]

Continue reading …
Selamat Datang Kembali Ikan Pelangi Papua

Gerald R Allen, peneliti ikan dari Australia mungkin tercekat haru saat mendengar kabar ini: ikan pelangi Melanotaenia ajamaruensis ditemukan kembali. Ingatan pakar ikan yang sudah menulis 437 publikasi ilmiah itu akan melayang pada masa 30 tahun silam ketika meneliti ikan pelangi di Papua. Saat itu Gerald menghabiskan waktu hingga 7 tahun sejak 1982-1989 untuk menjumpai […]

Continue reading …