Fakta Enak Daging Kambing

daging-kambing

Menyantap aneka menu kambing saat Idul Adha menjadi suatu kelaziman. Sayang, banyak orang enggan mengonsumsi daging kambing qurban tersebut lantaran menganggap memicu beragam penyakit seperti kolesterol, atherosklerosis (penyempitan pembuluh darah) hingga jantung koroner.

Apakah faktanya seperti itu? Daging kambing memiliki kandungan lemak total, lemak jenuh, dan kolesterol lebih rendah jika dibandingkan daging lain seperti daging sapi dan ayam. Pun kandungan protein daging kambing yang nyaris setara daging lainnya.

Lemak jenuh yang lebih rendah tergambar saat memasak daging kambing. Saat itu daging kambing lebih banyak mengeluarkan cairan lemak. Itu artinya daging kambing sehat untuk dikonsumsi. Riset kandungan nutrisi daging kambing memperlihatkan lemak pada daging kambing 50% lebih rendah ketimbang lemak sapi.

Penelitian Etik Prianti Apriria dari Program Studi Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan IPB pada 2008 memperlihatkan juga mempertegas bahwa daging kambing tidak memiliki dampak terhadap kesehatan. Penelitian yang menggunakan gulai daging domba yang diracik sedemikian rupa pada pakan yang diberikan kepada tikus putih, memperlihatkan tidak terdapat efek samping.

Riset itu memperlihatkan hasil perhitungan indeks atherogenik, yaitu tikus yang mendapat perlakuan pakan mengandung gulai daging domba tidak mengindikasikan terjadinya atherosklerosis yang dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner.

Berkaitan dengan kolesterol, riset itu juga memperlihatkan kadar kolesterol High Density Lipoprotein alias HDL (kolesterol baik) dan kolesterol Low Density Lipoprotein alias LDL (kolesterol jahat) darah darah tikus yang mengkonsumsi gulai daging domba menurun masing-masing sebesar 8,4 % dan 0,78 %. Kondisi tersebut terjadi lantaran gulai daging domba saat pemasakan sudah mengalami proses trimming, yakni proses yang dapat menurunkan kandungan lemak daging domba.

Hal itu sejalan dengan hasil penelitian Traianedes dan kawan-kawan yang berjudul cholesterol lowering effect of a low fat diet containing lean beef is reversed by the addition of beef fat pada 1990 seperti tertuang dalam Jurnal Clinical Nutrition menyebutkan bahwa konsumsi daging yang telah mengalami proses trimming efektif dalam menurunkan total kolesterol plasma terutama kolesterol LDL (kolesterol jahat).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

52 − = 47