Fosfor Menipis Buah Kerdil

Melalui surel Kusnandar di Bandung, Jawa Barat berkeluh kesah pada redaksi bebeja.com tentang tanaman alpukat cipedak berumur 3,5 tahun. Persea americana itu berbuah, tetapi mayoritas buah kerdil. “Apa solusinya?” ujar pehobi tanaman 47 tahun itu.

Singkat kata, selain buah kerdil, ayah 3 putra itu menjumpai daun-daun tanaman alpukat menguning, bahkan banyak yang mengering. “Padahal saya menyiram tanaman setiap hari,” tuturnya. Menurut pegawai swasta itu, ini kali kedua tanaman anggota famili Lauraceae itu berbuah kerdil.

Sejatinya, defisiensi fosfor (P) pada tanaman buah memperlihatkan gejala seperti diungkapkan Kusnandar. Fosfor mempunyai peran vital pada sejumlah proses tanaman, mulai pembelahan sel, pembentukan serta pematangan buah, perkembangan akar, dan ketahanan terhadap penyakit.

Saat fosfor yang diserap dalam bentuk firofosfat dan metafosfat minim ketika pembentukan buah, maka pembelahan sel terganggu. Ujungnya, pertumbuhan tanaman cenderung melambat serta produksi buah mengalami sejumlah anomali seperti kerdil dan gugur. Kejadian tersebut akan berulang-ulang hingga fosfor bisa terpenuhi

Bahan organik yang melapuk pada media sebenarnya menyediakan sumber fosfat yang dapat diserap tanaman. Namun pada tanaman tabulampot pada media terbatas, fosfor yang memiliki peran penting kedua setelah unsur nitrogen (N) pada proses fotosintesis itu memerlukan asupan dari luar. Sebab itu perlu pemupukan dengan memperhatikan kadar fosfor. Pada tabulampot, setidaknya kadar fosfor di pupuk berjumlah cukup lantaran kelarutan fosfor di air tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *