Garam Gunung Dari Krayan Kalimantan Utara

garam-gunungPeribahasa asam di gunung, asin di laut bak tak berlaku di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Harap mafhum, sumber garam setempat justru berasal dari garam gunung.

Garam gunung yang dalam bahasa setempat disebut tusu abu itu bersumber dari mata air di yang diketahui berkadar garam tinggi. Garam gunung sudah kondang diperdagangkan di antara suku Dayak sejak zaman nenek moyang.

Sejatinya proses produksi garam tersebut berlangsung sepanjang tahun, tetapi lebih intensif pada saat penanaman padi. Warga di Krayan bergiliran mengolah garam tersebut selama 2-3 pekan.

Garam gunung itu dikemas tradisional dengan memanaskan garam yang terlebih dahulu dengan memasukkan ke dalam bambu berisi daun di atas tungku api. Garam gunung yang terdaftar pada Slow Food International lantaran unik dan bercitarasa khas itu dapat disimpan bertahun-tahun di atas tumpukan kayu bakar di atas perapian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

92 − 87 =