Gudangnya Jambu Air

Indonesia adalah gudangnya jambu air. Hampir semua jenis jambu air unggulan yang dikenal berasal dari sini. Sekadar menyebutkan contoh, di Sampang, Madura terdapat jambu air camplong.

Jambu air yang telah dirilis menjadi varietas unggulan nasional pada 1997 tersebut memiliki warna kulit buah putih, berdaging tebal dengan bobot buah 80-100 gram/buah, berasa manis serta tidak berbiji. Lantas siapa tak mengenal jambu air semarang yang memiliki 2 tipe warna merah dan hijau putih. Belum lagi menyebut jambu air lilin, apel, dan cincalo.

Yang membuat miris justru di negara lain jambu air asal Indonesia berkembang pesat menjadi komoditas hortikultura yang komersial. Contoh jambu air citra. Jambu air berbobot sampai 150-200 gram/buah itu malah dikembangkan secara besar-besaran oleh para pekebun Thailand. Kondisi itu memperlihatkan ketidakmampuan kita dalam menghargai sumber plasma nutfah jambu air. Orang luar malah lebih jeli memanfaatkan sumber plasma nutfah kita sebagai suatu berkah.

Jambu air black diamond, misalnya, sangat terkenal di Taiwan. Padahal tetua jambu air itu berasal dari tanahair. Melihat ciri buahnya, jambu air tersebut mirip dengan varietas semarang yang kemudian setelah dipoles oleh ahli buah Taiwan, penampilannya menjadi lebih menarik dan menggiurkan sehingga nilai komersialnya meningkat.

Lantas mengapa Taiwan sukses mengebunkan? Rupanya jambu air di sana dipelihara dengan sepenuh hati karena menjadi sumber pendapatan. Pemangkasan, pemupukan, dan pengairan dilakukan rutin sehingga setiap pohon jambu air bisa dipanen 3-4 kali setahun.

Buah pun diperlakukan baik. Setiap buah itu dibungkus kertas pembungkus khusus. Hasil perawatan maksimal itu adalah buah yang mulus, renyah, dan manis. Sedangkan produksi lokal sejauh ini minim perawatan sehingga sosok buahnya meski menarik, tapi ukurannya kecil sekitar 80 gram/buah dan kurang berasa manis. Pantas dengan kondisi itu para pekebun di Taiwan bahkan bisa mengekspor produksi jambu air ke berbagai negara seperti Jepang dan beberapa negara Eropa dengan harga tinggi mencapai Rp45.000-Rp50.000 per kg.

Fakta itu pula yang mendorong Thailand mengembangkan jambu air dengan tujuan seperti Taiwan. Nah saat musim raya jambu air di negeri yang tidak pernah dijajah itu sangat mudah menjumpai jambu air lilin hijau yang sesungguhnya tidak begitu menarik lantaran sosoknya panjang, pucat dan kurang manis. Jenis manis yang ada antara lain varietas king dan tentunya jambu air citra yang telah bersalin rupa.

Bagi mereka sampai saat ini sumber plasma nutfah jambu air Indonesia dinilai eksklusif, jadi sudah sepantasnya kita memberikan perhatian khusus bagi si jambu air sehingga jangan sampai setelah diakui di mancanegara barulah kita kebakaran jenggot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

56 + = 57