Hindari Anggrek Kelebihan Nitrogen

anggrek-(2)Farida di Semarang, Jawa Tengah senang bukan kepalang saat melihat pertumbuhan tanaman anggreknya subur dan gemuk. “Menyenangkan dipandang,” kata pehobi anggrek sejak 2013 itu. Namun Farida mendapati karena subur, sebagian anggrek-anggerk itu merunduk daunnya, dan terkulai pucuknya. Anggreknya tetap berbunga, tetapi bentuknya tidak sempurna.

Adakah yang salah? Pemberian pupuk sangat dianjurkan pada tanaman anggrek dengan waktu dan dosis tepat. Namun terkadang pehobi anggrek seperti Farida memberikan pupuk daun berkadar nitrogen tinggi dengan dosis dan frekuensi berlebihan. Anggrek memang tampak subur, tapi sejatinya ia sakit.

Penampilan anggrek yang kelebihan pupuk nitrogen terlihat subur dan gemuk berlebihan dengan pucuk daun berwarna pucat. Pucuk juga terkulai, lemah, karena tak mampu menahan beban tegak dan pucuk daun berikutnya gagal terbentuk, digantikan oleh pucuk baru yang muncul di sampingnya.

anggrek-(1)Gejala lain adalah daun-daun lama terkulai dan menggantung serta tangkai bunga seringkali gagal menjadi bunga, tetapi kembali terbentuk daun. Belum lagi jumlah kuntum bunga sedikit dan saat berbunga pun tidak sempurna bentuknya.

Anggrek seperti itu dapat sedikit “diperbaiki” dengan mengubah jenis pupuk, yakni memberikan pupuk berkadar fosfor (P) tinggi. Meski demikian tanaman yang terlanjur sakit “abnormal” itu memang sulit normal seperti sediakala, tapi setidaknya produksi kuntum dapat melimpah dan bunga mekar sempurna setelah 6-8 bulan pemberian pupuk tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 1 = 5