Jambu Air Madu Deli Semanis Madu

jambu-air-madu-deli2“Saya punya 5 tabulampot jambu madu deli berumur 2,5 tahun,” ujar Warno, penangkar buah di Depok, Jawa Barat kepada Bebeja.com. Ayah 2 anak itu kesengsem mengoleksi jambu air istimewa itu lantaran rasa buahnya semanis madu.

Semanis madu? Ya lantaran dari pengukuran kadar gula, jambu air yang berbunga sepanjang tahun terutama pada Juni-Juli itu memiliki tingkat kemanisan hingga 12° briks. Nilai itu setara kadar kemanisan nanas madu dari Subang, Jawa Barat.

Jambu madu deli sesungguhnya bukan barang baru. Jambu yang mulai dibudidaya oleh beberapa pehobi di Medan, Sumatera Utara pada 2007 itu semula terbatas penyebarannya. Tidak terdapat data siapa yang pertama kali membawa bibit jambu air yang diduga berasal dari Taiwan itu. Hasil panen kala itu juga hanya tersedia di toko-toko buah tertentu di Medan.

jambu-air-madu-deli1Jambu air yang memiliki garis tengah rata-rata separuh panjang pensil itu pun dijual sebagai jambu air lilin hijau dan jambu air super hijau, bukan jambu air madu deli dengan harga cukup tinggi mencapai Rp30.000-Rp35.000/kg. Nah penyebutan hijau mengacu pada sosok buah berkulit hijau dengan semburat merah di cuping buah.

Adalah Sunardi, penangkar buah dari Kelurahan Paya Roba, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara yang bersama adiknya kemudian mengembangkan jambu air yang beradaptasi baik di ketinggian 10-500 m dpl itu itu secara luas terutama di Kota Binjai, Kabupaten Langkat hingga Kabupaten Deli Serdang.

Sunardi memiliki sebatang pohon induk yang saat ini diperkirakan berumur sekitar 8 tahun. Pohon induk itu terdaftar di Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih IV, Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara dengan nomor  registrasi Ja.a./SU/II.68/BJ/2012. Dari pohon induk itu lantas bibit-bibit jambu air madu deli menyebar ke banyak pekebun. Salah satunya yang kini dikembangkan Warno di Depok, Jawa Barat.

Sejatinya jambu air yang panen perdana saat berumur 14 bulan itu memiliki seabrek keunggulan lain, selain rasa semanis madu. Jambu yang dapat berbuah 2-3 kali dalam setahun itu memiliki daging buah putih kehijauan yang renyah, kres…kres…kres…saat makan. Hal itu lantaran kandungan airnya jambu yang dapat disimpan selama 5-7 hari pascapanen pada suhu kamar 28-30 derajat Celcius  itu tidak terlalu banyak, sekitar 81,59%.

Kelebihan lain jambu madu deli yang ukurannya relatif besar dengan bobot 120-150 gram per buah tersebut adalah tidak berbiji. Artinya saat disantap, buah dari tanaman yang ketika berumur 2,5 tahun produksinya mencapai 30-50 kg per pohon itu seluruhnya dapat dimakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

57 − 51 =