Jenmanii Anthurium Idaman

anthurium-2Lama tidak dilirik, anthurium kini kembali menggeliat. Di berbagai pameran, anthurium kembali ramai dipajang di stan. Hal serupa dijumpai di lapak-lapak di pinggir jalan. Pedagang memajangnya aneka ukuran anthurium mulai dari bibit seukuran koin hingga daun selebar piring besar. Di dunia maya, grup komunitas anthurium pun kian ramai diisi foto koleksi anggota. Tentunya sambil berharap ada yang menawar daun cantik itu.

anthurium-3

Sampai kini jenis anthurium jenmanii masih favorit. Namun, tidak semua jenmanii menjadi incaran atau menjadi kebanggaan kolektor. Hanya jenis-jenis tertentu yang mereka incar. Saat ini ada 3 jenis yang jadi pilihan kolektor, yakni jenmanii cobra, mangkok, dan variegata. Jenmanii cobra, merupakan hasil silangan beberapa jenis jenmanii. Ciri khas terletak pada daun membulat dan tebal. Urat daun kasar, dan sangat banyak dan kerap melengkung ke bawah. Kadang disebut cobra katalog untuk membedakannya dengan varietas silangan cobra dengan varietas lain.

anthurium-1

Jenmanii cobra umumnya diperbanyak dengan pemisahan anakan untuk menjaga kemurnian darahnya.Namun demikian, keturunannya dengan sifat serupa cobra, tetap menjadi pilihan kolektor. Tipe kemersial lain ialah jenmanii mangkok. Nama itu disandang lantaran bentuk daunnya bulat dan berlekuk sehingga menyerupai mangkok. Susunan daun rapi dan ukuran tebal. Semakin berbentuk mangkok dengan urat garis kasar dan banyak, kian disukai. Apalagi, bila pucuknya berwarna gelap.

Pilihan terakhir ialah jenmanii variegata, yakni, warna daun belang-belang hijau putih atau kuning. Semakin banyak warna putih atau kuning dan tersebar merata dan stabil untuk semua daun, semakin tinggi harganya, mencapai belasan juta rupiah per pot. Jadi, bila menemukan bibit dengan karakter seperti di atas, Anda telah menemukan calon jagoan. Kalau tertarik, Anda harus siap merogoh kocek lebih dalam. Selamat berburu (Ir Syah Angkasa).

syah-angkasaRiwayat Penulis: Ir  Syah Angkasa adalah praktisi tanaman hias dan buah yang tinggal di Depok, Jawa Barat. Pengalamannya selama lebih dari 20 tahun berkecimpung di dunia tanaman hias membuat kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan itu sering dipercaya menjadi juri aneka kontes tanaman hias mulai dari sansevieria, adenium, hingga anthurium. Ayah 2 anak yang hobi jalan-jalan itu pernah mengasuh rubrik tanaman hias di majalah pertanian Trubus dan banyak karya-karya bukunya sudah diterbitkan.

Share and Enjoy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 1 = 7

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>