Kebun Hidroponik Tersembunyi Di Punclut

Kawasan Punclut (Puncak Ciumbuleuit), Kabupaten Bandung, Jawa Barat merupakan daerah wisata sekaligus jalan alternatif menebus Lembang.

Pengunjung di kawasan Punclut acapkali menepi di rumahmakan yang bertebaran di sepanjang Jalan Baru Sulaksana, Punclut. Sambil santap siang, mereka bisa menikmati suguhan panorama Kota Bandung. Harap mafhum, Punclut berada di ketinggian 850-1.000 m dpl.

Di balik jalan berkelok-kelok serta menanjak di kawasan Punclut itu, tersembunyi sebuah kebun sayuran hidroponik. Kebun seluas 2.000 m2 itu agak menjorok lokasinya serta tanpa papan nama. Bebeja.com yang menyambangi kebun itu pada awal Juni 2019, menyaksikan pemandangan elok dari jejeran instalasi hidroponik. Apa sebab? Instalasi hidroponik itu tersusun mengikuti kontur lereng, mirip terasering pada sawah.

Menurut Wini Kania, pengelola kebun, produk kebun memakai sistem hidroponik NFT yang setiap instalasi memuat sekitar 250 tanaman tersebut sudah dipasarkan di seputaran Bandung. “Sementara masih dari mulut ke mulut serta ketuk pintu,” ujar alumnus master ekonomi dari Universitas Mercu Buana di Jakarta itu. Kebun hidroponik itu mempunyai 50 instalasi hidroponik NFT.

Beragam sayuran seperti bayam merah, kangkung, selada, pakcoi, serta seledri diproduksi dengan pengawasan ketat. Seluruh sayuran tersebut nirpestisida alias bebas pestisida. Sebab bebas pestisida, citarasa sayuran hidroponik produksi kebun itu disukai konsumen. “Banyak rumahmakan meminta pasokan kontinu untuk kangkung,” kata Wini.

Lebih jauh Wini menjelaskan, ia juga memasarkan produk sayuran-sayuran itu untuk penderita kanker dengan harga khusus. Harap mafhum, saat merintis kebun tersebut sejumlah teman dan kerabat Wini meninggal karena penyakit kanker. Kejadian itu cukup membekas bagi Wini. “Ini sebagai dukungan untuk penderita kanker supaya dapat mengonsumsi sayuran sehat,” kata ibu 2 anak itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *