Lempeng Pengukur Nitrogen Padi

padi-irri-1Wira petani padi di Desa Gempol Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kini ahli menentukan apakah padi di lahan 1,5 hektar miliknya kekurangan unsur nitrogen atau tidak. Bila kekurangan, Wira dapat segera memberi solusi dosis pemupukan yang tepat untuk mengatasi kondisi itu.

Bekal keahlian Wira itu hanya sebuah lempeng tipis yang disebut bagan warna daun (BWD). Wira tinggal mencocokkan warna daun padi dengan warna-warna yang terlihat pada alat buatan International Rice Research Institute (IRRI) di Filipina yang dirilis pada 2000.

Lempeng tipis berbahan plastik itu tebalnya 3 mm, panjang 15 cm, dan lebar 8 cm. Lempeng itu terdiri atas 4 warna yang merupakan gradasi warna hijau, mulai dari hijau muda hingga hijau tua. Semua warna itu menunjukkan tanaman kekurangan unsur nitrogen. Jika warna daun padi sama persis dengan salah satu warna di lempengan, tanaman perlu dipupuk sesuai dosis anjuran yang tertera. Pantas dengan begitu pemupukan lebih efektif.

padi-irri-2Sejak 2008 memakai lempeng bagan warna daun itu Wira dapat menghemat 20-25% penggunaan pupuk. Sekarang pria 52 tahun itu rata-rata menebar 75 kg pupuk Urea, sumber nitrogen, pada pemupukan pertama dan 75 kg pada pemupukan kedua. Sebelum memakai bagan warna daun, Wira menghabiskan total 200 kg pupuk Urea untuk kedua pemupukan itu. Meski jumlah pupuk berkurang menurut Wira produksi padi relatif sama dengan sebelumnya, rata-rata 5 ton per hektar.

Mengapa kehadiran nitrogen penting? Kekurangan unsur nitrogen rupanya menyebabkan padi tumbuh kerdil. Harap mafhum nitrogen bahan pembentuk protein. jika ketersediaan nitrogen minim, maka sel pembentuk organ tanaman tidak terbentuk. Selain itu kekurangan nitrogen menyebabkan tanaman pucat mengalami klorosis lantaran minimnya zat hijau daun. Pigmen lain seperti xantofil dan antosianin juga memudar.

Riset International Rice Research Institute (IRRI) memperlihatkan bagan warna daun memang membantu petani mengidentifikasi kebutuhan pupuk pada padi. Penggunaan bagan warna daun sangat dianjurkan ketika tanaman memasuki fase vegetatif umur 21-28 hari dan primordia (35-50 hari). Pengecekan bagan warna daun dilakukan setiap 7-10 hari.

Berikutnya bila nilai bagan warna daun berada di bawah nilai 4,0, dosis pupuk mengandung nitrogen dinaikkan sekitar 25% dari jumlah anjuran serta sebaliknya, bila di atas 4,0, dosis pupuk dikurangi sekitar 25% dari jumlah anjuran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

59 − 50 =