Limbah Tahu Jadi Sumber Biogas

biogas5Warga Banyumas, Purwokerto, hingga Banjarnegara, Jawa Tengah, mafhum bila potongan-potongan tahu yang mereka santap mayoritas berasal dari perajin tahu asal Desa Kalisari, Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. “Enak dan gurih rasa tahunya,” ujar Suprapto, warga Purwokerto.

Yang menarik, para perajin tahu itu memanfaatkan biogas yang berasal dari limbah proses pembuatan tahu mereka. Sebagian besar perajin itu termasuk sekitar 200-an kepala keluarga di Desa Kalisari yang membayar iuran sebesar Rp 20.000/bulan untuk memakai biogas. Desa Kalisari sudah menjadi Desa Mandiri Energi karena pemanfaatan biogas itu.

Biogas asal limbah tahu yang disebut biolita itu diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Biogas tersebut memiliki keunggulan, yakni tidak mudah terbakar serta tidak berbau sehingga ramah ramah lingkungan.

Sejatinya biogas limbah tahu menjadi keuntungan bagi warga Desa Kalisari. Harap mafhum sebelum terdapat IPAL, limbah yang mengandung senyawa berbahaya seperti karbondioksida, sulfur, dan amonia itu digelontorkan begitu saja ke Sungai Kalisari. Padahal air sungai tersebut dipakai warga untuk pengairan lahan pertanian serta budidaya ikan.

biogas3Atas prakarsa Kementerian Riset dan Teknologi beserta dukungan Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dibangunlah IPAL pada 2009. Proses IPAL tergolong sederhana. Air limbah tahu dialirkan ke dalam kolam penampungan melalui jaringan pipa. Dari kolam berkapasitas 1,2 ton itu, air limbah dipompa ke dalam bioreaktor yang mengadopsi sistem fixed bed reactor.

Air limbah akan melalui potongan bambu sepanjang 10 cm dengan garis tengah 5-8 cm yang diletakkan bertingkat. Potongan bambu itu adalah rumah bagi mikroba pengurai gas berbahaya. Mikroba pengurai itu berasal dari kotoran kerbau. Setelah melewati potongan bambu itu, air limbah menjadi bersih dan aman.

Gas metana yang dihasilkan dialirkan ke tabung lain berbentuk balon berkapasitas hingga 20 m3. Dari tabung itu, biogas berupa gas metana mengalir ke rumah warga. Setiap hari dari pengolahan limbah tahu itu diproduksi hingga 400-450 liter gas metana.

Yang istimewa aliran air limbah tahu serta gas cukup mengandalkan gravitasi dan tekanan sehingga tidak memerlukan energi listrik. Sebab bertekanan rendah, pemakaian biogas lebih aman dari potensi ledakan.

biogas6 biogas4 biogas2 biogas1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

58 − 51 =