Manfaat Konsumsi Kembang Tahu

kembang-tahuBagi sebagian orang, menyantap kembang tahu sangat nikmat, apalagi saat ini tidak mudah menjumpai penjual kudapan rata-rata seharga Rp8.000 per cup itu. Beruntunglah sebagian orang yang menyukai kembang tahu tersebut karena ternyata ia memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Sebagai contoh di Jepang, kembang tahu alias yuba sangat populer di kalangan ibu menyusui. Bukan apa-apa konsumsi rutin kembang tahu bisa memacu produksi air susu ibu seperti halnya daun katuk. Yang istimewa lagi kembang tahu sudah menjadi makanan di rumahsakit karena kaya protein yang penting untuk mempercepat pemulihan kesehatan pascaoperasi, misalnya.

Bahan baku kembang tahu yakni kedelai memang sejak lama dikenal sebagai sumber pangan bergizi. Kedelai memiliki komposisi asam amino menonjol seperti lisin dan isoleusin. Belum lagi kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral, fosfor, vitamin B kompleks, vitamin E hingga unsur kalium dan kalsium yang dimiliki produk dengan daya cerna tinggi hingga 98% itu.

Seabrek senyawa penting itu yang mendorong konsumsi kembang tahu sangat dianjurkan bagi penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes mellitus. Bahkan riset di Kanada membuktikan konsumsi kembang tahu bisa menurunkan kolesterol di tubuh. Hasil penelitian yang dipublikasi dalam American Journal of Clinical Nutrition tersebut memperlihatkan 55 responden yang menderita gangguan kolesterol menunjukkan perbaikan signifikan setelah melakukan diet dengan mengonsumsi kembang tahu selama setahun. Penurunan kolesterol itu mencapai 20%.

Nah yang menggembirakan lagi kembang tahu ternyata mengandung 80% lemak tidak jenuh. Itu artinya kembang tahu dapat pula dimanfaatkan untuk menjalani diet makanan dengan tujuan menjaga kesehatan jantung. Riset mengenai hubungan jantung dan kedelai sudah dibuktikan.

Kedelai ternyata memiliki senyawa phenolik dan asam lemak tidak jenuh yang dapat menghalangi munculnya nitrosamin. Nitrosamin merupakan senyawa yang dapat memicu jantung koroner serta kanker. Riset lain juga memaparkan bila kandungan letisin di kedelai bisa meluruhkan timbunan lemak dan secara tidak langsung menekan hipertensi dan diare.

Lantas sulitkah membuat kembang tahu? ternyata tidak. Prosesnya diawali dengan membuat terlebih dahulu susu kedelai. Untuk membuat 5 liter susu kedelai, misalnya diperlukan kedelai sebanyak 625 g. Kedelai itu kemudian direndam dengan larutan natrium bikarbonat 0,5% selama 8 jam. Perendaman dilakukan pada suhu ruang dengan perbandingan larutan dan kedelai 3 : 1 yang dilanjutkan dengan perendaman air panas selama 15 menit. Sesudah itu kedelai ditiriskan.

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan air bersih sebanyak 8 kali bobot kedelai kering dan dipanaskan sampai suhu 90 derajat celcius. Biji kedelai selanjutnya dihaluskan dengan blender sambil ditambahkan air panas sedikit demi sedikit. Jika air panas yang disediakan tidak habis untuk menggiling kedelai, sisa air dicampurkan dengan bubur kedelai, kemudian diaduk-aduk selama 3 menit.

Bubur kedelai selanjutnya disaring dengan kain saring dan sari susu kedelai ditampung dalam wadah. Kembang tahu diperoleh dengan mendiamkan sari susu kedelai hingga terbentuk lapisan tipis di atasnya. lapisan itu diambil dan dipindahkan ke wadah lain. Begitu seterusnya hingga seluruh sari susu kedelai habis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + 3 =