Obat Cacing Sapi, Kambing, Dan Domba

obat-cacingMeskipun jarang menyebabkan kematian, kehadiran cacing kelompok nematoda cukup membuat hewan ternak seperti sapi, kambing dan domba menderita. Cacing kelompok nematoda atau cacing gilig yang hidup di usus dapat mengisap sari makanan yang dibutuhkan bahkan memakan jaringan tubuh.

Sejumlah besar cacing kelompok nematoda di usus bahkan menyebabkan sumbatan (obstruksi) usus serta menimbulkan berbagai macam reaksi tubuh sebagai akibat racun yang dikeluarkannya.

Beberapa cacing kelompok nematoda itu antara lain Haemonchus contortus. Haemonchus mampu mengisap darah ternak dengan rakus hingga sebanyak 0,049 ml darah/hari. Efeknya hewan ternak akan mengalami anemia alias kekurangan darah dan mengalami kerusakan usus.

Ternak terinfeksi cacing itu juga akan mengalami busung di bawah rahang dan diare. Pada kambing bahkan dapat menyebabkan kematian sebelum diare itu muncul. Gejala lain adalah penurunan bobot tubuh, pertumbuhan melambat, dan terjadi penurunan produksi susu. Jenis lain cacing kelompok nematoda adalah Toxocara vitulorum yang menyerang plasenta sehingga membuat anak sapi yang hidup mengalami gangguan pertumbuhan.

Pada kambing dan domba waspadai kehadiran Bunostomum sp alias cacing kait. Cacing sepanjang 12-17 mm (jantan) dan 19-26 mm (betina) itu hidup di usus halus kambing dan domba. Cacing kait menyebabkan kambing dan domba mengalami anemia, terlihat kurus, kulit kasar, bulu kusam, nafsu makan turun, tubuh lemah, serta kotoran lunak.

Kerugian besar akibat cacing kelompok nematoda itu pula yang mendorong UPBS Veteriner BBALITVET di Bogor, Jawa Barat, mengeluarkan obat cacing nematoda yang mengandung larutan antelmintik. Obat cair yang diberikan secara oral itu terbukti efektif menekan populasi cacing kelompok nematoda di tubuh sapi, kambing, dan domba sehingga hewan ternak itu hidup sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

70 − 64 =