Potensi Sayuran Baby

baby-corn

Dina Susanti di Jakarta Selatan kini memiliki kegemaran baru: memasak sayuran mini. Sayuran mini yang dimasak Dina adalah baby kailan sepanjang 5-10 cm. Sayuran itu bercitarasa lezat setelah dimasak itu biasa di masak Dina dengan menumisnya.

Nah dibandingkan 12 tahun lalu sayuran mini saat ini bukan lagi barang langka yang tersedia di pasar-pasar tertentu. Saat ini beragam sayuran mini mudah dijumpai di pasar swalayan hingga pasar tradisional.

Sejatinya yang disebut sayuran mini alias baby adalah sayuran biasa yang dipanen lebih awal. Sayuran baby tersebut dipanen muda sehingga mengandung sedikit residu pestisida. Karena dipetik muda maka rasa sayuran lebih renyah dan segar. Konsumen, misalnya akan memilih baby labu siam yang rasanya lebih manis dan sedikit serat ketimbang labu siam biasa yang berukuran besar.

Saat ini sayuran mini yang mudah dijumpai di pasar antara lain baby buncis, baby pakcoy, baby chinese kale atau baby kailan, baby caisim, baby white cabbage atau baby kol putih, baby corn, mentimun mini, small fresh potato atau kentang rendang, dan baby tauge. Yang disebut terakhir merupakan kecambah kacang hijau yang masih pendek dan merupakan salah satu bahan dalam menu rawon.

Praktisi agribisnis, F Rahardi dalam Agroindustri Sayuran Baby menyebutkan pengertian sayuran baby tidak melulu sayuran yang dipanen muda. Pada baby kyuri, labu siam atau kecipir, misalnya, tidak terdapat varietas yang akan menghasilkan buah dan polong ukuran mini. Yang ada adalah buah dan polongnya memang harus dipanen muda, agar diperoleh ukuran baby.

baby-kyuriNamun berbeda pada baby corn, sebenarnya ada varietas jagung khusus untuk dipanen tongkol mudanya sebagai sayuran. Baby corn tersebut biasanya berasal dari varietas jagung manis. Namun dalam prakteknya, baby corn sering dipanen dari tongkol jagung biasa yang tidak bakal tumbuh menjadi buah.

Bagi pekebun, menanam sayuran mini alias baby tersebut lebih menguntungkan karena siklus tanam bisa lebih cepat dan biaya produksi lebih rendah. Sudah begitu meski kuantitas panen lebih sedikit, tetapi nilai jualnya lebih tinggi hingga 40-50% dibandingkan ukuran normalnya. Diakui harga tinggi tersebut lebih disebabkan konsumen terbesar berasal dari kalangan menengah atas yang sejauh ini sudah lebih peduli terhadap makanan untuk kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 1 =