Produk Organik Menjadi Gaya Hidup

sayuran-organik

Masing-masing sekilo wortel, tomat, dan bayam sebulan 2 kali diantar salah satu penyedia produk organik di Jakarta Selatan kepada Marlia di Kelapagading, Jakarta Utara. Sang empu sejak Febuari 2008 lalu mulai tergila-gila mengkonsumsi produk-produk pertanian berlabel organik.

Marlia menyebutkan alasan kesehatan sebagai landasan ia rajin mengkonsumsi produk organik. Kebiasaan yang dilakukan oleh Marlia tersebut juga dilakukan Sarwono di bilangan Matraman, Jakarta Timur. Setidaknya beberapa jenis sayuran daun rutin dibeli Sarwono di salah satu supermarket di dekat rumahnya.

Kalangan selebriti juga sudah banyak mengonsumsi produk organik. Salah satunya adalah pelantun lagu Yamko Rambe Yamko, Melly Manuhutu. Mantan model iklan tersebut tidak sekadar mengkonsumsi, tetapi juga berkebun dan menjual sayuran organik bersertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia).

Berpindah ke Denpasar, Bali, sebuah restoran khusus organik milik Marco Leonardus asal Italia di kawasan elit, Renon, Denpasar, Bali, selalu ramai dikunjungi turis dan ekspatriat. Restoran yang mengkhususkan diri pada produk organik terutama kubis dan selada itu menampilkan aneka menu berbahan organik. Bahan-bahan itu diperoleh dari kebun 1,5 ha. Di sana ditanam english spinach, french taraggon, radicchio treviso, dan japanese mitsuba. Tak ketinggalan italian basil, thai basil, dan sweet marjoram. Total ada sekitar 20 jenis sayuran organik yang dijual.

Sebuah waralaba produk Organik di Bekasi, Jawa Barat malah terang-terangan memajang seluruh sayuran organik sebagai dagangantoko-organik utama. Itu mirip-mirip warung pangan organik kelas kakap, Mother’s Shop—Jusco–Daiei di Jepang, Natural Lawson di Australia, dan kelompok 7-Eleven di Eropa dan Amerika Serikat. Itu lantaran permintaan akan produk organik meningkat setelah body shop marak memakai produk alami untuk kesehatan. Setiap bulan waralaba tersebut memasok beberapa gerai supermarket di Bekasi dengan volume mencapai 4 ton per pekan.toko-organik

Munculnya berbagai isu kesehatan yang melanda dunia di bidang makanan, seperti krisis bovine spongy encephalopathy (BSE) atau penyakit sapi gila, dan beberapa penyakit lain yang disebabkan E. coli 057:h-7, dan Listeria monocytogenes memang ikut mendorong melonjaknya permintaan produk organik.

Menurut FAO, Permintaan konsumen terhadap produk organik terus meningkat. Penyebabnya produk organik lebih enak, lebih sehat, dan akrab bagi lingkungan. Hasil survei di Eropa menunjukkan 94% responden membeli produk organik. Pangsa pasar dunia produk organik dalam 10 tahun mendatang dengan perputaran uang mencapai sekitar 100 milyar dolar AS.

Meski demikian, kemajuan di negara-negara Asia sangat lamban. Kesadaran sudah meningkat Hongkong, Taipei, Singapura, dan Korea. Bahkan pemerintah Thailand, China, dan India sedang giat-giatnya berkampanye mempromosikan pangan organik di negara masing-masing. Bagi petani, setidaknya peluang mengebunkan demikian terbuka lebar. Apalagi harga pun rata-rata 2 kali sayuran konvensional. Harga di pasar internasional pun bisa berkisar 5-10 kali lipat.

2 Responses to Produk Organik Menjadi Gaya Hidup

  1. Apa nama waralaba produk organik (seperti yang terlihat di gambar) yang terdapat di Bekasi & dimana alamatnya?

    Terima kasih

    • Foto di artikel kami ambil dari foto penyedia organik di Jepang. Untuk sayuran organik di wilayah Bekasi, ibu dapat mengontak Yayasan Masadaa Jl. Taman Lili Paris Blok M-4No. 21 Taman Galaksi, Bekasi, Jawa Barat (021-8224920). Salam bebeja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 + = 22