Refuse Derived Fuel (RDF) Di Citeureup Kabupaten Bogor

upk-1Truk bermuatan sampah kota itu menumpahkan isi baknya. Dengan sigap dua pekerja berusaha memilah aneka sampah itu. Sampah-sampah itu lantas bergerak di atas ban berjalan sepanjang 6 m sambil disortir ulang. Sampah seperti plastik, kertas, dan potongan ranting serta kayu dipisahkan, lalu dimasukkan ke dalam karung. Sampah terpisah itu akan menjadi bahan bakar.

Perjalanan sampah itu berujung pada alat pres. Di sana sampah-sampah itu bak dikocok dalam sebuah corong sepanjang 3 m. Saat alat pres bekerja, sampah plastik akan terlempar keluar untuk selanjutnya dikumpulkan. Sampah lainnya, sampah organik dimasukan ke dalam karung 20 kg untuk difermentasi selama sepekan hingga menjadi kompos tanaman. Pemandangan seperti ini terlihat di Unit Pelayanan Kebersihan (UPK) Gunung Sari, Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

upk-2Eko Septi Budi Setyawan ST, praktikus Energi Baru dan Terbarukan di Yogyakarta menjelaskan kepada koresponden bebeja.com, Faiz Yajri, pemisahan sampah yang nantinya akan digunakan sebagai bahan bakar disebut sebagai refuse derived fuel (RDF).

“RDF merujuk kepada hasil pemisahan sampah berupa bahan mudah terbakar seperti plastik atau ranting dengan bahan sulit terbakar,” ungkap alumnus Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada itu. Sampah sulit terbakar itu seperti kaleng dan pecahan kaca alias beling.

Menurut Komaruddin, kepala UPK Gunung Sari, RDF itu selanjutnya dikirim kepada PT Indocement. UPK Gunung Sari yang menempati areal lahan seluas 1.400 m2 itu memang binaan PT Indocement. Di Pabrik semen itu RDF dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk tanur semen. “Setiap minggu kami mengirim 4 ton RDF,” ujar Komaruddin yang menyebutkan 90% sampah di UPT Gunung Sari merupakan sampah anorganik, bahan baku RDF .

Sejatinya RDF tidak hanya ampuh sebagai bahan bakar tanur semen. Menurut Eko Septi Budi Setyawan, RDF dapat dimanfaatkan pula sebagai subtitusi batubara pada pembangkit listrik. Harap mafhum sejak 1900-an RDF telah dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan uap dan listrik.

upk-3Selain UPK Gunung Sari, sebenarnya RDF juga dihasilkan di UPK Citereup, Desa Puspanegara, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sekitar 2 ton/hari sampah diolah menjadi RDF serta kompos. “Setiap minggu kita mengirim 3-4 ton RDF ke PT Indocement,” ujar Taufik, pengelola UPK.

Ketua Pusat Pengkajian Persampahan Indonesia, Drs Sodiq Suhardianto menuturkan, pemanfaatan sampah kota menjadi RDF dapat menjadi solusi mengatasi sampah kota yang kian hari kian besar volumenya.

“Yang perlu didorong juga adalah menyadarkan masyarakat untuk memilah sampah saat membuang sejak awal sehingga akan memudahkan proses pemilahan di tempat penampungan sampah,” kata Sodiq. Paling tidak upaya pemilahan itu menjadi sumbangsih kepedulian masyarakat terhadap masalah sampah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 1 = 4