Sebut Dia King Cobia

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkenalkan komoditas budidaya ikan konsumsi baru saat Aquatica Asia 2019 dan Indoaqua 2019 di Balai Kartini, Jakarta pada 6 November 2019. Dia adalah king cobia. Rachycentron canadum itu dikembangkan oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPPL) Lampung serta digadang-gadang berprospek cerah.

Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung sudah sukses mengembangkan teknologi budidaya king ikan cobia tersebut mulai dari pemeliharaan induk, pemijahan induk, pemeliharaan larva, produksi benih, sampai panen ukuran konsumsi di Keramba Jaring Apung (KJA). Ikan cobia yang pertamakali dilaporkan pada 1975 itu dapat mencapai ukuran 3-4 ekor/kg selama 6 bulan pemeliharaan.

Ukuran jumbo sehingga sebutan king melekat, bisa dicapai saat ikan dipelihara selama setahun. King cobia itu mencapai bobot 4-6 kg/ekor. Pada umur 9 bulan bobot ikan dapat mencapai rata-rata 3 kg/ekor. Bobot yang tergolong besar dengan harga jual berkisar Rp35.000-Rp37.000/kg.

Ikan yang pakannya mudah diperoleh, yakni pelet dan ikan rucah itu memiliki tekstur daging kenyal putih sehingga cocok dijual sebagai ikan segar maupun fillet. Tak hanya tekstur daging bagus, kadar gizinya tergolong mumpuni. Kandungan EPA, DHA, serta asam lemak omega 3 pada daging king cobia cukup berlimpah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *