Wasabi Sambal Jepang

wasabi

Menyantap sashimi dan sushi di restoran jepang pastilah disuguhi pula pasta putih kehijauan. Rasa pasta itu pedas dan menimbulkan rasa hangat di tubuh. Itulah sambalnya orang Jepang, sambal wasabi.

Bagi sebagian besar restoran atau rumahmakan berbau Jepang, wasabi sudah kebutuhan sehingga sedapat mungkin tersedia di meja makan sebagai pelengkap hidangan.

Wasabi disantap dengan cara menaruhnya di atas hidangan pada santapan sushi. Namun pada sashimi, pemakaian wasabi tinggal dicocol. Wasabi ternyata juga lezat disantap dengan tempura dan mi dingin yang diberi kecap asin (soyu).

Secara tradisional, wasabi disajikan dalam bentuk parutan. Wasabi diparut dengan arah memutar lantas dipukul-pukul dengan bagian belakang pisau. Itu supaya tercipta rasa lebih kuat. Berikutnya wasabi didiamkan selama 5-10 menit pada suhu ruang supaya muncul rasa hangat. Setelah dicampurkan kecap, parutan wasabi ditaruh di piring berisi mi atau ikan. Bila tidak dipakai, wasabi dapat disimpan dalam lemari pendingin maksimal selama 4 pekan.

Di pasar, wasabi tersedia dalam bentuk bubuk dan pasta. Bentuk bubuk dijual dalam kemasan aneka ukuran, yakni 300 gram dan 1 kg. Cara penyajian, wasabi dicampurkan air sebelum disajikan. Tanpa tambahan air, wasabi terasa pahit dan rasa pedasnya tidak muncul.

Daun wasabi juga bisa dimanfaatkan. Di Jepang, daun wasabi yang diacarkan dalam sake dan kecap populer sebagai pelengkap nasi putih. Daun dapat juga dipakai sebagai hiasan atau untuk salad.

Sejatinya, wasabi Wasabia japonica yang tingginya sekitar 15 cm dengan rimpang sepanjang 5-25 cm itu butuh budidaya intensif. Hanya sedikit tempat yang cocok untuk budidaya keluarga Cruciferae itu. Di Indonesia, wasabi cocok di tanam di daerah dataran tinggi seperti Wonosobo (Jawa Tengah) atau Pangalengan (Jawa Barat). Syarat lain, tanaman wasabi butuh naungan 70-75%. Bila terlalu banyak sinar matahari, ia menjadi layu.

Tanah untuk budidaya wasabi juga harus kaya bahan organik. Wasabi dapat dipanen minimal setelah 18 bulan dipelihara. Meski semua bagian tanaman diangkat dari tanah, hanya 10-15% bobot tanaman-berupa rimpang-yang dimanfaatkan. Yang menarik, wasabi ternyata bisa dibudidaya di air, bahkan kualitas panennya lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 4 =