Analisis Usaha Kaliandra Merah

Sebagai bahan baku pelet kayu, kaliandra merah dapat dipanen pada umur 1 tahun. Selanjutnya, tunah-tunas yang muncul dari tunggul bekas tebangan, siap dipanen pada 6 bulan berikutnya. Begitu seterusnya sehingga pemanenan dilakukan setiap 6 bulan dalam 8,5 tahun ke depan.

Hasil panen berkisar 16-100 ton pada tahun pertama, tergantung populasi tanaman. Tanaman berbunga indah itu bisa ditanam jarak rapat, 50 cm x 50 cm (populasi 40.000 pohon/ha). Berikut hasil hitungan berkebun kaliandra merah dengan populasi 5.000 pohon. (Sumber: Ir Karjono, Konsultan Agribisnis di Jakarta)

Spesifikasi: Kaliandra merah, luas lahan 1 hektar, populasi 5.000 pohon, lama berkebun 10 tahun, dan masa produksi 19 kali panen.

A. Biaya Investasi

– Sewa lahan (masa pakai 10 tahun) Rp 15.000.000; Bibit 5.000 batang @Rp600 (masa pakai 10 tahun) Rp 3.000.000; Cangkul 10 buah @Rp75.000 (masa pakai 10 tahun) Rp 750.000; Sabit 10 buah @Rp50.000 (masa pakai 10 tahun) Rp 500.000; Linggis 10 buah @Rp75.000 (masa pakai 10 tahun) Rp 750.000. Total Rp 20.000.000.

B. Biaya Operasional

Tahun I

*Penyusutan: Penyusutan sewa lahan Rp 1.500.000; Penyusutan bibit Rp 300.000; Penyusutan cangkul Rp 75.000; Penyusutan sabit Rp 50.000; Penyusutan linggis Rp 75.000. Total Rp 2.000.000.

* Tenaga kerja: Pembersihan lahan 8 HOK @Rp65.000 Rp 520.000; Pembuatan lubang tanam dan pemupukan dasar 50 HOK Rp 3.250.000; Penanaman 7 HOK @Rp65.000 Rp 455.000; Pemupukan I dan penyulaman (2 minggu setelah tanam) Rp 390.000; Pemupukan II (6 bulan setelah penanaman) Rp 130.000; Penyiangan II (6 bulan setelah penanaman) Rp 260.000; Pengendalian hama dan penyakit Rp 65.000; Pemanenan dan pengangkutan 15 HOK Rp 975.000. Total Rp 6.045.000.

*Pupuk: Pemupukan dasar: pupuk kandang 5.000 kg @Rp200 Rp 1.000.000; Pemupukan I: petroganik 550 kg @Rp650 Rp 357.500; Pemupukan II: pupuk hayati 2 liter @Rp80.000 Rp 160.000. Total Rp 1.457.500.

Total keseluruhan Rp 9.502.500.

Tahun II

1. Semester I

*Penyusutan: Penyusutan sewa lahan Rp 750.000; Penyusutan bibit Rp 150.000; Penyusutan cangkul Rp 37.500; Penyusutan sabit Rp 25.000; Penyusutan linggis Rp 37.500. Total Rp 1.000.000.

*Tenaga kerja: Pemupukan dan pembumbunan 2 HOK Rp 130.000; Penyiangan 5 HOK Rp 325.000; Pemanenan dan pengangkutan 20 HOK Rp 1.300.000. Total Rp 1.755.000.

*Pupuk: Pupuk Urea 0,025 kg x 5.000 pohon @Rp1.000 Rp 125.000.

2. Semester II

*Penyusutan: Penyusutan sewa lahan Rp 750.000; Penyusutan bibit Rp 150.000; Penyusutan cangkul Rp 37.500; Penyusutan sabit Rp 25.000; Penyusutan linggis Rp 37.500. Total Rp 1.000.000.

*Tenaga kerja: Pemupukan dan pembumbunan 2 HOK Rp 130.000; Penyiangan 5 HOK @Rp65.000 Rp 325.000; Pemanenan dan pengangkutan 20 HOK Rp 1.300.000. Total Rp 1.755.000.

*Pupuk: Pupuk Urea 0,025 kg x 5.000 pohon @Rp1.000 Rp 125.000; Pupuk kandang 5.000 kg @Rp200 Rp 1.000.000. Total Rp 1.125.000.

Total keseluruhan Rp 6.760.000

Tahun III s/d Tahun X = Tahun II Rp 54.080.000

Total biaya operasional selama 10 tahun Rp 70.342.500

C. Penerimaan

*Tahun I: Batang kayu 16 ton @Rp300.000 Rp 4.800.000; Biji 40 kg @Rp50.000 Rp 2.000.000.

*Tahun II

Semester I : Batang kayu 20 ton @Rp300.000 Rp 6.000.000.

Semester II: Batang kayu 20 ton @Rp300.000 Rp 6.000.000.

*Tahun III s/d X = Tahun II: Batang kayu 320 ton @Rp300.000 Rp 96.000.000.

Total Rp 114.800.000.

D. Keuntungan

Rp114.800.000 – Rp70.342.500 Rp 44.457.500

E.Pertimbangan usaha

1. BEP (Break Even Point)

a) BEP untuk harga produksi. BEP = Rp68.342.500 : 376 ton = Rp181.762/ton

Dengan asumsi pada tahun I diperoleh penerimaan Rp2.000.000 dari penjualan biji, titik balik modal tercapai jika harga batang kayu kaliandra merah Rp181.762/ton.

b) BEP untuk volume produksi. BEP = Rp68.342.500 : Rp300.000/ton = 227,8 ton

Dengan asumsi pada tahun I diperoleh penerimaan Rp2.000.000 dari penjualan biji, titik balik modal tercapai jika batang kayu kaliandra merah yang dihasilkan sebanyak 227,8 ton.

2. B/C (Perbandingan Penerimaan dan Biaya)

B/C = Rp114.800.000 : Rp70.342.500 = 1,63. Setiap penambahan biaya Rp1 memperoleh penerimaan Rp1,63

3. NPV (Net Present Value).

NPV = Rp 114.800.000 x 1/(1 + 0,1)10 = Rp44.198.000

Dengan asumsi bunga bank 10% per tahun, penerimaan yang akan diperoleh 10 tahun mendatang senilai Rp44.198.000.

Keterangan : Data diolah dari pekebun di Bangkalan, Madura, Jawa Tengah dan pekebun lain. Harga-harga diperhitungkan pertengahan Mei 2013.

6 Responses to Analisis Usaha Kaliandra Merah

  1. avatar R Ramdan Denmas

    Good. Let’s try.

    • Selamat untuk mencobanya. Semoga sukses. Salam bebeja

    • avatar Didy Mahendra

      Mohon maaf hitungannya agar diteliti ulang karena kurang akurat serta terdapat kesalahan dalam mengkalkulasikannya. Terimakasih.

      • Terimakasih. Kami sudah mengecek dan sejauh ini tidak ada kekeliruan. Perubahan yang dapat terjadi saat ini ada beberapa seperti sewa lahan, pupuk dan harga jual. Sebab itu kami menyebutkan tahun pembuatan analisis ini karena harga yang dipakai pada tahun yang bersangkutan. Salam bebeja

  2. Potensi untungnya bagaimana? Pasarnya?

    • Anda bisa cermati analisis usaha di dalam artikel untuk melihat potensi untungnya. Pasar kaliandra merah terbuka selama pemakaiannya untuk produksi wood pellet. Semoga membantu

Leave a Reply to R Ramdan Denmas Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *