Bawang Lanang: Begini Proses Tumbuhnya

Bawang lanang sejatinya bawang putih, tetapi karena berbagai penyebab ia tidak bisa tumbuh membentuk umbi bawang yang tersusun dari 10-15 siung. Ia tumbuh tunggal. Dugaannya karena bibit yang ditanam menekan pembentukan tunas-tunas bakal siung.

Penyebutan lanang (Jawa: lelaki) seringkali dipakai mengacu kepada kondisi tertentu di umbi atau biji dengan kriteria tunggal, bulat dan tidak terbelah. Contoh di luar bawang lanang adalah kopi lanang yang memiliki biji bulat agak besar dan tidak terbelah. Sebab lahir dengan kondisi tertentu, kehadiran komoditas dengan embel-embel lanang sangat sedikit.

Penelitian terbentuknya bawang lanang nyaris tidak ada. Sartono, peneliti bawang di Balitsa Lembang, Jawa Barat, pernah melakukan riset dengan menanam umbi lapisan pertama, selanjutnya umbi lapis kedua dan umbi lapis ketiga bawang lanang.

Hasilnya? Setelah 12 pekan dipelihara umbi lapis pertama yang ditanam menghasilkan 100% umbi bawang putih. Umbi lapis kedua menghasilkan 95% umbi bawang putih dan 5% bawang lanang serta pada umbi lapis ketiga persentase kehadiran bawang lanang mencapai 90%.

Apa sebab umbi dilapis ketiga menghasilkan persentase lebih besar? umbi lapis ketiga memiliki cadangan makanannya sangat terbatas untuk tumbuh. Sebab terbatas itu umbi akan menekan pembentukan umbi baru lain agar mendapat asupan nutrisi cukup. Namun karena sedari awal ia ditanam dengan kondisi kekurangan, ukurannya tidak bisa besar, kira-kira sebesar kelereng, saat dipanen.

Di Eropa yang memiliki iklim 4 musim, persentase kehadiran bawang lanang bisa di atas 95%. Kok bisa? Umbi yang ditanam di sana bisa sampai mengeluarkan bulbil. Bulbil merupakan hasil translokasi fotosintesis yang semestinya menjadi jatah bunga, tapi karena faktor suhu dan panjang sinar matahari beralih menjadi umbi. Satu tanaman bisa menghasilkan 30-300 bulbil. Bulbil-bulbil itu yang ditanam hingga menjadi bawang lanang dan dipanen 3-4 bulan kemudian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 7 = 1