Cara Menyilangkan Tanaman Puring

0
36
tanaman puring

Tanaman hias puring Codiaeum variegatum pernah menjadi tren. Pekebun dan pehobi berlomba menghasilkan jenis puring baru dengan cara menyilangkan. Aneka warna dan variasi bentuk daun puring baru muncul serta mampu memikat perhatian konsumen.

Tidak sulit untuk menyilangkan tanaman hias puring. Caranya dengan meletakkan serbuk sari pada kepala putik antarinduk yang dipilih untuk memperoleh keturunan yang diinginkan. Khusus induk tanaman, pilih berumur 2-2,5 tahun.

Karakter puring cukup unik karena tanpa penyilangan sebenarnya bisa diproduksi jenis baru, meskipun persentasenya kecil. Hal itu karena keragaman genetik puring yang tinggi serta tidak stabil. Ketidakstabilan tersebut berefek pada perubahan susunan kode genetik tanaman. Maka dari itu, bentuk dan warna daun puring bisa beragam.

Puring merupakan tanaman menahun perdu dengan tinggi tanaman mencapai 1-3 meter. Batang tanaman puring bercabang, bulat, berkayu, berkulit tipis, kehijauan saat tanaman muda, lalu cokelat ketika tanaman tua. Warna daun puring beragam: putih, kuning, merah, hijau, dan cokelat.

Puring pertamakali diidentifikasi oleh Rumphius, ahli botani Jerman sebagai tanaman dari Ambon. Penyebaran tanaman tersebut di Indonesia meliputi Maluku, Flores, Bali, Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Beragam nama melekat pada puring seperti tarimas (Sumatera Utara), dahengara (Manado), daun garda (Timor), kodihu (Ambon), pudieng (Minang), pudeng (Lampung), puring (Jawa), keroton, kerotong (Madura), demung (Bali), sumanga (Makasar), dan susu rite (Pulau Seram).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here