Duet Maut Pengusir Wasir

Menginjak usia 35 tahun pada medio 2017, Syam Arifin divonis menderita wasir alias ambeien. Kondisi itu muncul setelah acapkali ketika membuang air besar disertai mengucur darah segar dari anus.

“Saya ketakutan saat pertamakali mengalami perdarahan itu,” ujar ayah 1 putra itu mengenang. Syam mengingat persis awal kejadian perdarahan itu sehabis menyantap makanan pedas saat acara keluarga di Bekasi, Jawa Barat.

Empat hari tak kunjung kondisinya membaik, Syam memberanikan diri memeriksa ke rumah sakit di Depok, Jawa Barat. “Saya cukup penakut untuk datang ke rumah sakit,” tuturnya. Walhasil, setelah menjalani pemeriksaan terbukti bila Syam menderita wasir. “Saya disarankan banyak minum air putih dan tidak terlalu banyak beraktivitas,” ujarnya selain mengonsumsi obat hemoroid.

Sejumlah faktor menjadi pemicu wasir seperti pola makan kurang serat dan air. Hal itu menyebabkan usus sulit mencerna makanan sehingga usus luka dan berdarah.

Syam menuturkan bila ia tidak terlalu suka mengonsumsi sayuran serta buah. “Saya juga lebih sering minum kopi daripada air putih,” tuturnya. Acapkali penderita wasir mengalami perdarahan yang disertai gatal-gatal. Gatal yang timbul muncul karena bakteri mudah masuk ke dalam luka sehingga memicu gatal-gatal.

Perkenalan Syam dengan tanaman obat terjadi saat seorang pembersih taman di kantor menyarankan untuk mengonsumsi daun handeleum Graptophyllum pictum serta binahong Anredera cordifolia. Daun handeleum alias daun ungu yang merupakan tanaman asli dari Papua itu sejak lama dikenal sebagai obat alami wasir. “Saya dibawakan 3 tanaman handeleum dan satu plastik binahong oleh tukang taman itu,” ujar Syam.

Cara konsumsinya menurut penuturan Syam dengan merebus 3 lembar daun handeleum yang kaya senyawa alkaloid dan glikosida itu beserta 2 lembar daun binahong bersama 2 gelas air hingga tersisa 1,5 gelas. “Ini diminum sehari sekali,” ujarnya.

Tiga pekan rutin mengonsumsi, Syam mulai merasakan perubahan. Setiap kali buang air besar sudah tidak lagi muncul perdarahan. “Saya menanam keduanya di rumah untuk berjaga-jaga bila perlu karena terbukti manjur,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 4 = 14