Hidup Sehat Pangan Organik

Tiga tahun lalu bak mimpi buruk bagi Kiki Sam. Gadis penyuka travelling itu divonis dokter menderita hipertensi. Di usia produktif itu, tekanan darah Kiki yang berdomisili di Bandung, Jawa Barat, mencapai 160/100 mmHg.

Kondisi itu membuat jantung Kiki sering berdebar-debar dan emosional. Beruntung, perubahan terjadi setelah Kiki rajin mengonsumsi pangan organik. Hipertensi lenyap dan tekanan darahnya normal, 120/80 mmHg.

Perkenalan Kiki dengan pangan organik tidak sengaja. Setahun lalu, karibnya mengajak menghadiri seminar sayuran organik dan keluarga sehat di Jakarta. Itu pertama kali ia mengenal produk organik. Kiki tertarik lantaran saat itu sedang menjalani terapi food combaining untuk mengatasi hipertensi. Salah satu cara food combaining dengan mengonsumsi produk organik.

Berselang 2 bulan mengonsumsi beragam sayuran organik seperti wortel, bayam, seledri, dan bit, tubuh Kiki terasa lebih bugar. Ia juga mengalami penurunan bobot tubuh dari semula 58 kg menjadi 55 kg. Tentu yang paling membahagiakannya, tekanan darah menjadi normal.

Hasil survei New Zealand Food di Journal See Soil & Health menyebutkan, tanaman yang disemprot pestisida mempunyai sekitar 17 macam residu. Bila residu itu masuk ke tubuh dan terakumulasi, akan memicu kanker. Belum lagi efek merugikan lain seperti gangguan fungsi endokrin, lever, kondisi abnormal pada bayi, dan kelainan pada sistem saraf serta kekebalan tubuh.

Riset Rutgers University, Amerika Serikat memperlihatkan keunggulan mineral produk organik. Contoh selada organik. Dari berat kering per 100 gram terlihat kadar fosfat, kalsium, dan magnesium mencapai 4 kali lebih tinggi daripada selada nonorganik. Beberapa mineral pada selada organik itu tidak dijumpai pada selada nonorganik seperti cobal dan sodium.

Menurut Dr Guy Chapman, pendiri Asosiasi Soil & Health, pangan organik secara umum menyehatkan tubuh. Pakar Physical and Mental Welfare Society itu yakin setelah mendapat bukti dari serangkaian ujicoba pada hewan.  Dari 14 perlakuan pakan organik dan nonorganik, hewan dengan asupan produk organik mempunyai pertumbuhan lebih cepat, organ reproduksi lebih sehat, dan kemampuan diri memulihkan dari luka lebih singkat.

Kehadiran produk pangan organik menguntungkan. Menurut Prof Dr Ali Khomsan, dosen jurusan Gizi Masyarakat IPB, pangan organik berjasa mengurangi pemakaian pestisida dan pupuk buatan. Para pelaku akan mengikuti aturan dosis aman bagi lingkungan. Terbukti, sejumlah negara kini gencar mendukung produk organik. Di Inggris, misalnya setiap pekebun organik memperoleh pinjaman hingga 10.000 poundsterling. Pemerintah Thailand, China, dan India bahkan mengucurkan dana khusus untuk pertanian organik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *