Jenis Kopi Spesialti di Indonesia

0
20
kopi spesialti

Kopi spesialti merupakan kopi dengan citarasa dan aroma khas dari daerah tertentu serta tidak dijumpai di tempat lain. Kopi spesialti yang dibudidaya organik bahkan menjadi komoditas premium bagi negara penghasil kopi tersebut seperti Indonesia.

Di Indonesia, kopi spesialti dikembangkan di daerah dataran tinggi antara 800-1.500 m dpl dengan agroklimat terdapat 3-4 bulan kering. Kopi spesialti perlu memperoleh sertifikasi dari lembaga yang ditunjuk seperti Pusat Penelitian Kopi dan Kakao di Jember, Jawa Timur. Kopi tersebut perlu memenuhi beberapa persyaratan seperti dikelola organik serta mempunyai nilai cupping test lebih dari 80.

Indonesia mempunyai banyak jenis kopi spesialti seperti dari kelompok kopi arabika, yakni kopi rinjani (NTB); kopi mandailing, sidikalang, dan lintong (Sumatera Utara); kopi gayo dari NAD; kopi toraja (Sulawesi); kopi java (Ijen, Jawa Timur); kopi kintamani (Bali); kopi manggarai (Flores, NTT); kopi mangkuraja (Bengkulu); kopi preanger (Jawa Barat); kopi kalosi; dan kopi baliem (Papua). Untuk kopi spesialti robusta terdapat kopi robusta AP, kopi java dampit, kopi java estate robusta, dan kopi flores robusta AP

Pekebun kopi spesialti sangat diuntungkan karena harga kopi spesialti dapat mencapai 2-3 kali lipat lebih tinggi dari kopi biasa. Harga kopi spesialti Indonesia rata-rata 7-8 dolar per kg. Peluang pasar kopi spesialti terbuka lebar karena hampir 90% merupakan produk ekspor.

Meski begitu, harus diakui sejauh ini produksi kopi di Indonesia masih tergolong rendah. Pada 2013, luas lahan kopi baru mencapai 1,3-juta hektar dengan produksi sekitar 700.000 ton/tahun. Produktivitas kopi robusta hanya 700 kg biji kopi/ha/tahun, sedangkan kopi arabika 800 kg biji kopi/ha/tahun.

Secara global konsumsi kopi dunia tumbuh stabil dengan persentase pertumbuhan sebesar 2,5%/tahun. Pertumbuhan tercepat terjadi di area emergin market seperti Eropa Timur dan Asia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here