Lipsus (10): Biodiesel Kemiri Sunan

kemiri-sunan2

Penanaman kemiri sunan Reutealis trisperma sebagai bahan bakar biodiesel terus digalakkan karena berprospek sebagai energi baru dan terbarukan. Sebagai gambaran tanaman kemiri sunan dapat menghasilkan 20-25 ton biji kering/ha/tahun.

Biji-biji itu dengan pengolahan sederhana bisa menjadi bahan bakar biodiesel. Caranya, biji kering diproses menjadi kernel, lantas dipres untuk mengeluarkan minyak mentah. Minyak itu selanjutnya dimurnikan sehingga diperoleh minyak kemiri sunan siap pakai.

Pakar bioenergi Indonesia bahkan menyebutkan bila minyak kemiri sunan lebih bagus dari minyak Crude Palm Oil (CPO) dan Processed Palm Oil (PP). Mengapa? Minyak kemiri sunan dapat mencapai B100. Artinya bila dipakai 100% minyak kemiri sunan, kendaraan biodiesel tidak perlu solar. Berbeda dengan bahan Crude Palm Oil murni atau CPO engine yang perlu solar untuk pemanasan awal.

Analisis fisika dan kimia juga memperlihatkan kadar minyak kernel kemiri sunan mencapai 50-60%. Komposisi asam lemak kemiri sunan terdiri atas asam stearat (9%), asam palmitat (10%), asam oleat (12%), asam linoleat (19%), dan asam oleostearic (50%). Asam yang disebut terakhir membuat biji kemiri sunan beracun sehingga tidak dapat dikonsumsi.

Sejatinya, tanaman kemiri sunan mudah dijumpai. Populasinya cukup banyak. Data dari berbagai sumber memperlihatkan Provinsi DKI Jakarta, misalnya memiliki populasi 3.500 pohon kemiri sunan. Daerah lain seperti Bekasi (30.000 pohon), Kuningan dan Majalengka (20.000 pohon), Bandung (3.000 pohon), Ngawi (40.000 pohon), Lamongan (13.000 pohon), Nusa Penida (15.000 pohon), Lombok (14.500 pohon), dan Timor (20.000 pohon).

Riset membuktikan produksi biji kemiri sunan dari satu hektar lahan menghasilkan 6.000 liter bahan bakar biodiesel. Itu belum menghitung produk sampingan lain, yakni bungkil. Dari setiap 3 kg bungkil diperoleh 1,5 m3 biogas, setara 1 liter minyak tanah.

kemiri-sunan1

kemiri-sunan3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *