PENAS XIV KTNA 2014 (7): Sawah Baru

Pangan menjadi bahasan penting dunia seiring meningkatnya populasi penduduk. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjelaskan pada bebeja.com bahwa Indonesia dengan 8,1-juta lahan pertanian saat ini bakal kesulitan memenuhi pangan 10-20 tahun ke depan.

Sebab itu, perluasan lahan pertanian dan pengurangan alih fungsi lahan menjadi penting. “Perlu 5-juta sawah baru,” kata Ahmad Heryawan menyebutkan solusinya.

Lebih jauh Ahmad Heryawan menuturkan, selain mencetak 5-juta sawah baru, agar tenaga kerja Indonesia kembali dan bekerja di tanahair, perlu penambahan 20-juta hektar lahan perkebunan.

Sektor perikanan, Aher-sebutan akrab-menuturkan, perlunya mendorong pemerintah membantu nelayan untuk menyediakan kapal di atas bobot 30 ton, bukan 10 ton seperti saat ini. “Bagaimana kita bisa menangkap ikan di laut dalam seperti tuna bila kapalnya kecil,” ujarnya.

Ahmad menjelaskan saat berkunjung ke pelelangan ikan di Jepang pada 11 Januari 2011 ia melihat nelayan dari Tiongkok melelang tuna blue fin atau sirip biru yang ditangkap di Samudera Hindia. Harga per ekor mencapai 35.000 dolar.

“Nelayan asing itu menangkap tuna beribu mil dari tempat mereka. Padahal lokasi penangkapan sirip biru sekitar 12 mil dari Garut di pantai Selatan,” ujarnya. Itu artinya, ketersediaan kapal penangkap yang belum sesuai menyebabkan nelayan sulit menangkap.

Keberpihakan pada petani menjadi salah satu fokus, karena 40% penduduk Indonesia merupakan petani dan nelayan serta 80% kemiskinan di tanahair juga berada kelompok itu. “Dengan memperbaiki kesejahteraan petani dan nelayan, pemerintah bisa mengatasi kemiskinan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *