Peluang Berkebun Talas Safira

satoimoNamanya di Jepang adalah satoimo. Di tanahair, seperti di Bali, ia disebut keladi salak atau talas jahe di Gunungkidul, DI Yogyakarta. Kini nama populer talas itu adalah talas safira. Nama itu tersemat setelah bibit satoimo tersebut sukses dikembangkan secara kultur jaringan di Seameo-Biotrop di Bogor, Jawa Barat.

Talas safira Colocasia esculenta var. antiquorum potensial untuk dikebunkan. Harap mafhum, permintaan ekspor tanaman dengan produktivitas 1-2 kg (8-12 umbi) per tanaman itu cukup besar. Jepang merupakan tujuan ekspor utama talas safira. Di Negeri Matahari Terbit itu, masyarakat menengah ke atas menyukai talas safira dalam bentuk rebusan dan mengonsumsi setiap hari. Konsumsi rata-rata talas safira di Jepang mencapai 36,5 kg/kapita/tahun.

satoimo-3Satoimo memang dibudidaya di Jepang. Namun lantaran kendala musim, produksi satoimo tidak pernah mencukupi kebutuhan. Setiap tahun Jepang perlu 500.000-600.000 ton talas safira.

Selama ini pekebun di Jepang baru dapat memasok separuh volume itu. Sisanya, diimpor dari pekebun di Tiongkok, meski belum dapat menutupi kebutuhan. Diperkirakan masih perlu pasokan 50.000-60.000 ton/tahun. Itu peluang bagi pekebun di tanahair.

Geliat penanaman talas safira sudah terlihat di tanahair. Salah satunya di Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, Yogyakarta. Di sana, saat ini penanaman talas safira mencapai 2 hektar dan terus meluas ke Kecamatan Pathuk. Nun Sumba, Nusa Tenggara Timur, Umbu Patenduk, Bupati Sumba bahkan telah memanen perdana talas safira di Desa Mappilawing, Kecamatan Eremerasa pada Maret 2014.

satoimo-2Saat ini kelompok terbesar penanam talas safira adalah Agro Lawu Internasional di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kelompok itu mengelola 30 hektar lahan dan menjual bibit talas safira ke berbagai pekebun seharga Rp700 per bibit. 

Saat ini harga produktivitas talas safira di tingkat pekebun 20 ton per hektar. Produktivitas itu masih rendah dibandingkan pekebun di Tiongkok yang mendulang hingga 40 ton per hektar. Meski demikian, kualitas talas safira Indonesiadisukai karena lebih lezat, padat, dan kenyal. Tertarik berkebun talas safira?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *