Spesial Tepung Hotong

Hotong Setaria italica dibudidaya terbatas oleh warga di Pulau Buru, Maluku. Tanaman serelia berumpun itu sejatinya tumbuh liar di tegalan serta lahan terbuka. Bila dibudidaya seperti dilakukan sejumlah warga di Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, biji feten (sebutan lain hotong, red) itu dipanen umur 75-90 hari.

Hotong memiliki kemiripan karbohidrat dengan padi. Ia berkadar protein dan lemak lebih tinggi dari padi. Wajar bila hotong didorong menjadi alternatif sumber karbohidrat nonberas di Pulau Buru. Sejumlah kelompok petani disokong dinas pertanian dan pemerintah setempat mulai menanam hotong dalam skala luas.

Biji hotong panen yang berkadar air sekitar 9% itu dibuat tepung. Tepung hotong kecokelatan mengandung vitamin E. Tepung hotong tersebut diolah menjadi aneka penganan.

Riset Mita Aryani dari Fakultas Teknologi Pertanian IPB pada 2008, memperlihatkan kue berbahan tepung hotong dan sagu (1:1) secara organoleptik bisa diterima panelis uji. Secara keseluruhan tingkat kesukaan panelis berkisar 4,67-6,07 atau netral hingga suka. Yang menarik, kue bisa disimpan 25 hari pada suhu ruang tanpa menunjukkan perubahan citarasa berdasarkan uji organoleptik panelis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *