Teknik Jitu Pijahkan Udang Hias

Udang hias dalam buku Shrimps, Crayfishes, and Crab in the Freshwater Aquarium yang ditulis Uwe Werner, digolongkan sebagai anggota keluarga Atyideae.

Udang hias yang berukuran mini menjadi pelengkap dalam aquascaping itu memiliki 15 genus antara lain Caridina, Neocaridina, dan Atyopsis. Sebagian besar udang-udang hias tersebut hidup di perairan tawar di Afrika dan Amerika Latin. Mereka membentuk koloni berpopulasi 40-50 ekor dengan pakan utama alga hijau.

Dari 15 genus udang hias itu, hanya genus Caridina dan Atyopsis yang disukai pehobi. Keduanya memiliki paduan warna indah dan terang. Yang lain seperti genus Neocardinia mempunyai ciri totol-totol hitam. Salah satu jenis yang populer bertubuh merah kristal. Di sela-sela warna itu menyembul guratan putih melintang. Dialah red crystal. Udang mini tersebut hasil mutasi dari sesama udang mini, yakni black zebra.

Seberapa populer udang tersebut? Bila Anda berjalan di toko-toko akuarium di Nagoya dan Tokyo di Jepang, harga seekor red crystal mencapai 2.000 yen setara Rp400.000. Meski mahal red bee-sebutan lain red crystal-laku bak kacang goreng. Pehobi di negeri matahari terbit itu memang kesengsem keelokkan red bee yang diperkenalkan pada 1998.

Penyilang red crystal tersebut adalah Hisayasu Suzuki asal Nagoya pada 1992. Pria berkulit sawo matang itu merajut sukses setelah 6 tahun bersusah payah mendapatkan mutasi black zebra-crystal red-yang permanen. Setidaknya ia mengeluarkan modal sampai 80-juta yen untuk memproduksi red bee dari 3.000 induk black zebra.

Di Jepang, semua penjualan red bee dimonopoli oleh pemilik restoran sushi di Aichi tersebut. Udang yang dijual rata-rata telah distrerilisasi memakai lampu ultraviolet. Maksudnya, agar si mini tersebut tak bisa dipijahkan oleh penangkar lain.

Meski demikian rahasia penangkaran itu terkuak. Ternyata memijahkan red crystal butuh ketelitian tinggi. Pemijahan dilakukan di akuarium aquascaping berukuran 160 cm x 90 cm x 70 cm. Sebetulnya, asalkan pH, suhu, dan kadar CO2 di air sesuai, tak sampai 2 bulan red bee berpijah. Namun, jika melenceng, ia sulit beranak-pinak. Maka dari itu penangkaran red crystal butuh prasarana pendukung kualitas air seperti filter dan chiller.

Red crystal menyukai air berpH 6,2-7,2 dan bersuhu 22-23 derajat Celcius. Jika berada pada kondisi basa, dalam hitungan jam red bee akan mati. Gejalanya, tubuh red bee berubah dari merah menjadi kecokelatan. Hal sama terjadi disaat suhu air berfluktuasi. Cara sederhana mempertahankan pH adalah menganti air 1/3 dari kapasitas akuarium saban pekan.

Berikutnya, ketersediaan CO2 perlu diperhatikan untuk menjaga kelangsungan hidup tanaman air yang menjadi habitat alami red crystal yang suka bersembunyi dan bertelur dibalik tanaman air. Yang paling disukai dari jenis Cabomba sp. Ia sangat rimbun sehingga red bee mudah menyelinap keluar dan masuk. Untuk itu perlu kadar CO2 15% atau setara 1 gelembung/menit yang diukur melalui bubble counter.

Hingga sekarang tidak diketahui secara pasti perbandingan induk ideal. Namun dengan memasukkan 30 pasang induk berumur 6 bulan (terdiri atas 12 jantan dan 18 betina, red) menginjak bulan ke-3 beberapa betina mengendong telur diperut. Setiap betina rata-rata membawa 20-30 telur. Saat itu induk betina segera bersembunyi di rerimbunan Cabomba sp.

Setelah 3 minggu telur berubah menjadi post larva (PL). Mereka tak perlu dipisah lantaran induk tak bersifat kanibal. Secara alami PL dan induk menyantap alga. Sebagai tambahan pakan berikan pelet udang sebanyak 3 kali sehari sebanyak 10 gram atau setara 1 sendok teh/hari. Pakan lain seperti bloodworm dapat diberikan untuk pakan selingan dengan jumlah sama seperti pelet udang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

78 − = 74