Potensi Sayuran Baby

Dina Susanti di Jakarta Selatan mempunyai kegemaran baru: masak sayuran baby. Sayuran baby yang dimasak Dina adalah baby kailan sepanjang 5-10 cm. Dina menumis sayuran bercitarasa lezat tersebut.

Sayuran baby alias mini bukan lagi barang langka. Beragam sayuran mini itu mudah dijumpai di pasar swalayan hingga pasar tradisional.

Sejatinya, sayuran baby adalah sayuran biasa yang dipanen lebih awal sehingga mengandung sedikit residu pestisida. Sebab dipetik muda, maka citarasa sayuran renyah dan segar. Konsumen, misalnya akan memilih baby labu siam yang bercitarasa lebih manis dan sedikit serat daripada labu siam biasa berukuran besar.

Saat ini sayuran baby yang umum dijumpai adalah baby buncis, baby pakcoy, baby chinese kale atau baby kailan, baby caisim, baby white cabbage atau baby kol putih, baby corn, mentimun mini, small fresh potato atau kentang rendang, dan baby tauge. Yang disebut terakhir merupakan kecambah kacang hijau masih pendek dan bahan masakan daging rawon.

Praktisi agribisnis, F Rahardi dalam Agroindustri Sayuran Baby, menyebutkan pengertian sayuran baby tidak melulu sayuran dipanen muda. Pada baby kyuri, labu siam atau kecipir, misalnya tidak terdapat varietas yang dapat menghasilkan buah dan polong mini. Yang ada, buah dan polong perlu dipanen muda supaya diperoleh ukuran baby.

Berbeda dengan baby corn. Sebenarnya terdapat varietas jagung khusus dipanen tongkol muda sebagai sayuran. Baby corn itu berasal dari varietas jagung manis. Namun prakteknya, baby corn sering dipanen dari tongkol jagung biasa yang tidak bakal tumbuh menjadi buah.

Bagi pekebun, menanam sayuran baby menjanjikan keuntungan lantaran siklus tanam lebih cepat dan ongkos produksi rendah. Meskipun kuantitas panen lebih sedikit, tapi nilai jual lebih tinggi hingga 30-40% dibandingkan ukuran normal. Harga tinggi itu lantaran konsumen sayuran baby merupakan kalangan menengah atas yang peduli kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *