Banjir Buah Kedondong Mini

0
23
tanaman kedondong

Deny (39 tahun) di Kelurahan Rangkepan Jaya Baru, Depok, Jawa Barat, sesungguhnya bukan penyuka tanaman buah. Namun sepetak lahan 15 m2 di sisi kiri rumah, perlu dihiasi tanaman buah atas mufakat dengan Dina (38), sang istri. “Tanaman buahnya yang tidak biasa, tapi mudah merawatnya,” kata ayah 2 putra itu.

Sepakat, Deni dan Dina memilih kedondong mini. Apalagi Dina acapkali membikin asinan buah bersama kelompok ibu di sekitar rumah. Buah kedondong mini menyodorkan citarasa asam sedikit kecut, pas sebagai buah asinan. Deny menanam Spondias dulcis dari tinggi 60 cm pada 2017, kini mencapai tinggi 2 meteran. “Selalu berbuah, tidak putus,” ujarnya.

Deny menuturkan tanaman itu sedikit perawatan selama tumbuh. “Hanya saja, setiap membersihkan daging atau ikan, air cuciannya disiramkan ke sekeliling pohon,” tutur Deny. Hal lain, Deny memangkas cabang-cabang rapat supaya sinar matahari leluasa masuk. Terkait hama seperti kutu putih serta ulat, “Saya semprot pakai air cucian baju yang ada deterjennya,” kata Deny.

Air cucian ikan memberi pengaruh pada tanaman. Riset pemakaian air cucian ikan pada tomat serta cabai, menunjukkan hasil signifikan, terutama pada pertumbuhan vegetatif: lebih banyak jumlah daun, serta tanaman cepat tinggi. Sejumlah unsur terkandung dalam air cucian ikan seperti kalsium, besi, magnesium, dan mangan. Seluruh unsur tersebut penting bagi pertumbuhan tanaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here