Kulit Jagung Jadi Bunga

Kulit jagung Zea mays sedikit dimanfaatkan. Sejauh ini kulit jagung tersebut dipakai sebagai pembungkus rokok alias kelobot serta pembungkus penganan wajik. Padahal, kulit jagung itu bernilai seni, yakni bahan beragam bunga tiruan.

“Karya bunga tiruan dengan kulit jagung cukup cantik,” ujar Tania (34 tahun), penyuka kreasi bunga kering di Bogor, Jawa Barat. Sebelum diolah menjadi bunga tiruan, kulit jagung tersebut perlu melalui sejumlah tahap, yakni pengawetan, pemutihan, serta pewarnaan.

Pengawetan memakai pengawet makanan, yaitu natrium benzoat. Dosis ½ sendok teh untuk 5 liter air. “Masak air mendidih, lalu campurkan dengan benzoat,” ujar Tania. Berikutnya, kulit jagung direndam 3-4 menit, angkat lantas tiriskan selama 15-20 menit.

Tahap selanjutnya, pemutihan memakai pemutih pakaian. Caranya persis sama seperti pengawetan. Takaran ½ liter pemutih untuk 5 liter air. “Yang berbeda, setelah kulit jagung diangkat dari air mendidih, langsung dipindah ke wadah air dingin dan rendam selama 3-4 menit,” tutur Tania.

Langkah pewarnaan pun mirip. Pewarna pakaian seperti naptol dapat dipilih lantaran lebih warna awet. Dosis ½ sendok teh untuk 5 liter air. Pada tahap ini, sehabis kulit jagung ditiriskan, perlu dijemur di bawah terik matahari sampai kering. “Pisah kulit jagung berdasarkan warna,” kata Tania. Selanjutnya, kulit jagung tersebut siap dikreasi menjadi bunga tiruan. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published.