Tanaman Air Tak Padam

Mobil bak terbuka itu berhenti di gerai akuarium dan aquascape di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Meski larut malam, sekitar pukul 22.40, si empunya gerai masih terlihat menata aquascape. “Saya pesan 4 jenis tanaman air untuk mengisi latar aquascape,” ujar Rudi (42 tahun), si empunya.

Beres urusan, Kosim, sopir mobil bak, meninggalkan lokasi. Sebelumnya, pada bebeja.com, Kosim yang mengangkut 6 kotak styrofoam tanaman air dari Parung, Jawa Barat itu, menuturkan bila selanjutnya ia menuju pelanggan lain di Jakarta Timur serta Jakarta Utara. “Saya mengantarkan saja. Pembeli menelpon langsung si bos,” ujarnya. Jasa antar itu sengaja pada malam hari, supaya kesegaran tanaman air terjaga.

Tren stabil aquascape memang “penolong” pelaku bisnis tanaman air sampai saat ini. “Permintaan selalu ada, tidak pernah kosong,” kata Arif, pengepul di Bogor, Jawa Barat. Arif bermitra dengan 4 petani tanaman air yang mengelola puluhan jenis tanaman air. “Saya bisa menyediakan sekitar 80 jenis tanaman,” ujar pria 35 tahun itu.

Bagi petani, nilai jual tanaman air tersebut terbilang murah, sekitar Rp2.000-Rp2.500. “Yang penting uang berputar, tidak padam,” kata Asep di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selain pengepul, Asep acapkali menjual ke pedagang yang datang. “Yang penting menjaga kualitas barang,” ujar Asep yang menanam sekitar 15 jenis seperti cabomba, moss peacock, java moss, hair grass, serta melati air di lahan 200 m2 itu.

Eri, pedagang tanaman air di Pasar Ikan Hias Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menuturkan, pasar tanaman air terbuka. “Saya menjual sekitar 50 jenis tanaman air. Mayoritas untuk keperluan aquascape,” katanya. Eri membanderol aneka jenis tanaman air di lapak, Rp3.000-Rp5.000. Namun ada pula jenis berharga tinggi seperti anubias. “Kalau ada, bisa laku sampai Rp200.000,” ujar Eri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.