Leunca Musuh Kanker Serviks

bumi-herbal-dago3

Ini menu masakan spesial Trias Santi saat Ahad di rumah. Ibu satu putri itu memasak leunca bersama oncom. “Menu ini bikin ketagihan,” ujar perempuan di Bandung, Jawa Barat itu. Kebiasaan Trias memakan leunca sudah sejak kecil. Harap mafhum, sang ibunda juga rajin memasak leunca.

Leunca Solanum nigrum yang disantap Trias mempunyai khasiat luarbiasa sebagai tanaman obat untuk penyakit kanker serviks. Penyakit kanker serviks atau kanker mulut rahim (leher rahim) itu, momok kaum Hawa di dunia.

Pengobatan kanker serviks yang disebabkan human papilloma virus (HPV) onkogenik itu, dilakukan dengan kemoterapi memakai cisplatin. Namun pengobatan itu berefek pada pasien seperti mual, muntah hingga bersifat toksik (nephrontoksik dan neurotoksik).

Kehadiran leunca pada kemoterapi kanker serviks dapat mengurangi efek toksik dari pengobatan itu. Itu dibuktikan Raditya Prima dan rekan dari Cancer Chemoprevention Research Center, Fakultas Farmasi Universitas Universitas Gadjah Mada. Riset tertuang dalam Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention pada 2010 itu memperlihatkan efek sinergi antikanker leunca pada kemoterapi kanker serviks memakai cisplatin.

Penelitian itu memperlihatkan konsentrasi optimum sinergi keduanya adalah 1/8 IC50 cisplatin-1/8 IC50 ekstrak leunca. Dengan kombinasi itu, kehadiran ekstrak leunca mampu meningkatkan aktivitas cisplatin dalam mengatasi sel kanker serviks.

Bukan hanya pada kanker serviks, beragam studi memperlihatkan senyawa beta-2 solamargine pada leunca berefek sitotoksik pada jalur sel tumor HT-29 (usus besar), HCT-15 (usus besar), LNCaP (prostat), PC3 (prostat), T47D (payudara), dan MDA-MB-231 (payudara). Senyawa lain leunca, seperti solanine dan steroid alkaloid juga mampu merangsang apoptosis (program bunuh diri, red) pada sel kanker paru.

11 Responses to Leunca Musuh Kanker Serviks

Leave a Reply

Your email address will not be published.