Terimakasih Cemara Udang!

Cemara udang Casuarina equisetifolia banyak disukai pehobi tanaman bonsai. “Saya menyukai karena daunnya kecil-kecil, jadi eksotik” ujar Magdalena (35 tahun) di Denpasar, Bali.

Nilai eksotik itu lebih menguat lantaran penampilan tajuk bonsai cemara udang bak berundak-undak. Kondisi tersebut nyaris tak mungkin dijumpai di habibat asli cemara udang seperti di Pulau Garam, Madura.

Tanaman bonsai cemara udang berpenampilan seperti disebutkan itu justru menggeliat lantaran imbas dari kesukaan pehobi tanaman pada tanaman bonsai black pine Pinus thunbergi serta cemara Junipherus chinensis. Di tanahair, kedua cemara itu tidak dijumpai. Namun, terdapat kemiripan sosok cemara udang, terutama dengan Junipherus. Cemara udang juga bisa diolah menjadi seperti bonsai pinus dengan sejumlah perlakuan.

Faktanya, cemara udang tergolong langganan juara kontes bonsai. Cemara juara memiliki ciri kematangan, mulai dari struktur anatomi tanaman hingga keseimbangan mulai dari akar, batang, cabang, serta ranting. Dimensi visual tanaman anggota keluarga Casuarinaceae itu juga kuat. Begitu pula dengan tekstur kulit batang: menonjol sehingga terkesan tua. Terimakasih cemara udang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *