Kabar Lobster Air Tawar

Agun di Bekasi, Jawa Barat tengah membangun 1 petak kolam semen berukuran 3 m x 4 m. Pada awal Desember 2020, 10 bibit lobster air tawar bakal menghuni kolam tersebut. Cherax quadricarinatus itu diperoleh dari rekan di Surabaya, Jawa Timur. “Teman beternak skala kecil dengan 2 kolam,” ujar pria 29 tahun itu.

Pamor lobster air tawar memang melambung kurun 2010-2012. Saat itu peternak bermunculan bak jamur di musim hujan. Modal bisnis itu bahkan sampai ratusan juta. Sejalan waktu, lobster dengan sebaran asli di Papua Nugini serta Australia bagian utara itu bak lenyap ditelan bumi, seiring macetnya serapan pasar.

Kini, lobster air tawar merangkak naik lagi. Segelintir peternak seperti di Jombang, Jawa Timur bahkan sudah mencecap sukses. Namun sesungguhnya, pasar sama seperti saat reputasinya menjulang: peternak baru serta rumah makan. “Saya mencoba mempelajari arah bisnis ini,” ujar Agun yang mengeluarkan dana hingga Rp4-juta itu.

Yang menarik, riset Rahmi Dina, Daisy Wowor, serta Agus Hamdani dari Pusat Penelitian Limnologi LIPI dan Pusat Penelitian Biologi LIPI seperti tertuang di jurnal Limnotek pada 2013, menjelaskan bila lobster air tawar itu dijumpai hampir di sekeliling Danau Maninjau, Sumatera Barat setelah diintroduksi oleh seorang pembudidaya ikan di Nagari Tanjung Sani.

Lobster air tawar tersebut bisa beradaptasi dengan menjaga populasinya pada eksositem alami maupun semi alami. Penelitian itu menjumpai aneka ukuran si capit merah di sejumlah stasiun pengamatan. Artinya, populasi lobster air tawar itu bahkan berkembang. Sejatinya, kondisi itu memprihatinkan lantaran keberadaannya sebagai spesies asing menapak menjadi jenis invasif yang berisiko pada jenis alami di Danau Maninjau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *