Kisah Pakan Alfalfa

Dua tahun, sejak 2018, Sahril di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memakai rumput alfalfa untuk pakan kambing potongnya. Peternak 10 tahun itu mengungkapkan bila rumput alfalfa dapat mendorong kambing potong cepat gemuk. “Kambing doyan makan alfalfa,” ujar pria 47 tahun itu. Alfalfa bercitarasa khas. Dengan alasan itu, sejumlah sajian di mancanegara memakai kecambah alfalfa.

Medicago sativa itu cukup protein, mencapai 16-29%. Pun terkandung vitamin serta mineral alami. Manfaat kerabat sengon Paraserianthes falcataria tersebut yang juga mendorong Sahril menanam di lahan 200 m2. “Lahannya memang terbatas,” kata ayah 3 putra itu. Sebab itu, Sahril masih mengkombinasi alfalfa dengan pakan hijauan lain untuk pakan kambing.

Di berbagai belahan dunia, alfalfa mentereng sebagai pakan ruminansia. Sekitar 80 negara menanam tanaman yang mampu menangkap nitrogen dari udara itu. Negeri Paman Sam merupakan penanam terbesar dunia alfalfa, selain Argentina. Kalifornia dan Wisconsin di Amerika Serikat, bisa panen hingga 3-juta ton/tahun. Sekitar 90% hasil produksi itu mengisi pakan ruminansia lokal, serta sisanya diekspor.

Di tanahair, alfalfa pertamakali ditanam di Boyolali, Jawa Tengah pada 2003. Berikutnya, meluas selama kurun 2004-2007 oleh institusi maupun swasta. Semula sumber alfalfa mengandalkan biji impor yang pada turunan berikutnya, biji mandul. Importir sengaja memandulkan biji itu untuk menjaga pasar. Pemandulan tersebut melalui rekayasa genetika sehingga tanaman bisa tumbuh dan berbuah seperti induk, tetapi tidak berbiji.

Meski begitu sejumlah periset lokal berusaha memperoleh biji berkualitas yang keturunan berikutnya bisa ditanam lagi. Beberapa varietas alfalfa yang adaptif sudah ditanam, seperti jenis Sardi 5 serta Venus. Dengan sistem tanam memakai irigasi, produksi alfalfa bisa melambung hingga 25-27 ton/ha dan perlahan menurun mulai tahun ketiga, 8-12 ton/ha.

Tanaman berjuluk Ratu Hijauan (The Queen of Forage Crops) itu, sejatinya tanaman hutan dari wilayah Mediterania di Asia Barat Daya. Setelah manfaatnya terkuak lebar, tanaman itu menyebar ke berbagai negara serta mengalami perubahan genetika seperti bersifat alogami (penyerbukan dengan tanaman lain sejenis, red). Alfalfa pun mempunyai beragam nama seperti arc, alfalfa weefil, buffalo herb, california clover, dan chileon clover.

Serat rendah alfalfa sangat disukai karena mudah mencapai rumen serta gampang bagi hewan ternak mencerna. Alfalfa juga diketahui mengandung galactagogue, zat yang menginduksi laktasi agar produksi susu meningkat. Itu mirip ASI booster pada ibu menyusui. Itu sebabnya, sapi dan kambing perah pun bisa banjir susu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *