Minum Arang Awet Muda

Jangan meremehkan arang kayu bakar! Ia bukan sekadar sumber bara, bahan filter penjernih air, dan penyerap bau. Faktanya arang berkhasiat bagi kesehatan.

Riset Ema Hsieh dari Taiwan’s Industrial Technology Research Institute, Taiwan mengungkapkan bila arang bisa melepaskan sinar ultra inframerah yang menghangatkan tubuh. Ia akan memperbaiki peredaran darah, melepaskan ion negatif, serta menyeimbangkan energi di tubuh dengan menyingkirkan radiasi gelombang elektromagnetik. Sinar itu juga bekerja pada sistem parasimpatetik untuk menenangkan pikiran sehingga membuat awet muda.

Riset lain oleh Japan Science and Technology Agency dan Japan Cancer Insitute memperlihatkan bila arang atau karbon bisa diubah menjadi nanohorn, mirip batang berukuran sepersejuta meter yang salah satu ujung silindernya runcing dan tertutup seperti tanduk. Pada ujung tersebut, disempalkan butiran 1-2 nanometer obat kanker bernama cisplatin.

Setelah disuntikkan pada tubuh pasien, nanohorn mengalir dalam darah, tidak menyebar ke seluruh tubuh, tetapi hanya terakumulasi pada sel kanker karena sel tersebut lebih mudah menyerap benda-benda berukuran 100 nanometer dibandingkan sel tubuh lain. Sistem penghantar obat itu lebih efektif untuk pemusnahan kanker dan tumor serta tanpa efek samping.

Manfaat arang sebagai obat sudah dilakukan sejak 1500 SM oleh masyarakat Mesir. Mereka memakai arang sebagai penyembuh luka dan pembersih usus halus sehabis makan. Hipokrates di Yunani bahkan memakai arang untuk perawatan pasien pengidap epilepsi, klorosis, dan antraks.

Pada 1831, di French Academy of Medicine, Profesor Touery mendemonstrasikan dengan meminum racun strychnine yang dicampurkan butiran arang. Hasilnya Touery tetap hidup. Tourey menjelaskan, arang tak berbau dan tak berasa mampu menyerap 60% zat beracun tubuh yang masuk ke seluruh jaringan pencernaan seperti usus halus, usus besar, dan perut. Ia efektif bekerja 1,5 jam setelah konsumsi. Apa sebab? Arang memiliki banyak pori sehingga memiliki kemampuan menyerap tinggi.

Riset Richard C. Kaufman, Ph.D dari National Health Federation, Minessota, Amerika Serikat membuktikan arang bersifat antipenuaan dan memperpanjang umur 40% hewan percobaan. Itu karena arang menjaga sensitivitas tubuh dari paparan bahan kimia dan racun.

Arang juga menyeimbangkan metabolisme lemak, menurunkan kinerja sintesis protein pemicu penuaan, dan penghambat arteriosklerosis dan fibrosis. Dosis konsumsi 30 gram per hari diminum 2 kali seminggu saat perut kosong.

Arang juga mereduksi kolesterol dan penghambat penyakit seperti dikutip British Journal of Nutrition. Sejumlah pasien kolesterol tinggi yang mengonsumsi 8 gram/hari arang memperlihatkan penurunan 25% dari total kolesterol, 41% kolesterol jahat LDL (Low Density Lipoprotein), serta melipatgandakan rasio HDL per LDL kolesterol. Mengapa bisa? Sebab arang bisa menyerap penyumbat jantung dan melancarkan peredaran darah koroner. Terimakasih arang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

47 + = 55